Solo,BeritaTKP.com – Polisi mengungkap sindikat penipuan online atau scammer jaringan internasional yang beroperasi di kawasan Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah. Komplotan ini disebut menyasar warga negara asing, terutama warga Amerika Serikat.
Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi turut menyebut adanya keterlibatan mantan artis Fabiola Elizabeth Agnes. Ia diduga memiliki peran dalam membantu meyakinkan korban melalui komunikasi digital.
Direktur Reserse Siber Polda Jawa Tengah, Kombes Himawan Sutanto Saragih, menjelaskan bahwa komplotan tersebut beroperasi dengan kedok perusahaan bernama PT Digi Global Konsultan. Perusahaan itu diduga digunakan sebagai tempat perekrutan pekerja sekaligus kantor operasional penipuan online.
Menurut polisi, para pelaku menjalankan aksinya dengan membangun hubungan emosional dengan korban melalui media sosial, aplikasi kencan, dan berbagai platform digital lainnya.
Korban dibuat merasa memiliki hubungan personal dengan pelaku. Setelah kepercayaan korban terbentuk, para pelaku kemudian mengarahkan korban untuk melakukan transfer dana secara bertahap.
Dalam menjalankan modusnya, komplotan ini diduga menggunakan seseorang yang tampil sebagai model untuk melakukan panggilan video. Langkah tersebut dilakukan agar korban semakin percaya terhadap identitas dan cerita yang dibangun oleh pelaku.
Polisi menyebut modus penipuan ini dilakukan secara terstruktur dan memanfaatkan sisi psikologis korban. Korban yang sudah percaya kemudian diarahkan untuk menanamkan dana melalui platform trading kripto.
Namun, platform investasi yang digunakan diduga palsu dan telah dimanipulasi oleh jaringan pelaku. Dana yang disetorkan korban kemudian dikuasai oleh komplotan tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian karena melibatkan jaringan internasional dan menyasar korban dari luar negeri. Polisi masih terus mendalami peran masing-masing pihak yang terlibat dalam sindikat tersebut.
Polda Jawa Tengah juga masih mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap aliran dana, struktur jaringan, serta kemungkinan adanya korban lain dalam perkara penipuan online ini.
Pengungkapan kasus scammer di Solo Baru ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap hubungan digital yang berujung pada ajakan investasi. Masyarakat diimbau tidak mudah percaya terhadap tawaran investasi melalui platform tidak resmi, terutama jika diawali dari perkenalan di media sosial atau aplikasi kencan.
Polisi menegaskan bahwa kejahatan digital dengan modus hubungan emosional dan investasi palsu dapat menimbulkan kerugian besar bagi korban. Karena itu, literasi digital dan kehati-hatian dalam berinteraksi secara online menjadi hal penting untuk mencegah kasus serupa.(æ/red)





