Malang, BeritaTKP.com – Kasus pembunuhan remaja perempuan asal Nganjuk berinisial HMZ (17) yang jasadnya ditemukan di aliran sungai wilayah Malang akhirnya terungkap. Polisi memastikan korban tewas akibat dicekik pacarnya sendiri, YDF (22). Motifnya dipicu pertengkaran terkait biaya servis sepeda motor.
Berikut rangkuman fakta-faktanya:
1. Dipicu Cekcok Biaya Perbaikan Motor
Peristiwa terjadi pada Jumat (13/2/2026) malam di wilayah Jabung, Kabupaten Malang. Pertengkaran dipicu persoalan biaya perbaikan sepeda motor korban yang rusak setelah digunakan bersama. Cekcok tersebut memicu emosi pelaku hingga berujung kekerasan.
2. Korban Dicekik Berulang Kali
Dalam kondisi emosi, pelaku mencekik korban berulang kali hingga korban lemas dan tak sadarkan diri. Polisi memastikan tindakan tersebut dilakukan lebih dari satu kali di lokasi kejadian.
3. Penyebab Kematian karena Asfiksia
Hasil autopsi menunjukkan korban meninggal akibat asfiksia atau kekurangan oksigen yang disebabkan oleh cekikan. Temuan medis ini memperkuat keterangan pelaku dalam pemeriksaan.
4. Jasad Dikubur dan Dicor di Tepi Sungai
Setelah korban tak sadarkan diri, pelaku mengikat tangan dan kaki korban serta menyumpal mulutnya. Jasad kemudian dikubur di tepi sungai sedalam sekitar 50 sentimeter dan ditutup tanah serta adukan semen. Namun, aliran air sungai membuat jasad hanyut.
5. Korban Sempat Dilaporkan Hilang
Sebelum ditemukan, korban dilaporkan hilang oleh keluarganya ke Polresta Malang Kota. Korban diketahui sempat singgah di rumah kerabat di Kota Malang namun tidak kembali.
6. Jenazah Ditemukan Empat Hari Kemudian
Empat hari setelah kejadian, tepatnya Selasa (17/2/2026), warga menemukan jasad korban sekitar 500 meter dari lokasi awal penguburan di aliran Sungai Kedung Winong.
7. Pelaku Terancam Hukuman Berat
Pelaku YDF kini ditahan di Polres Malang. Ia dijerat pasal berlapis terkait pembunuhan serta ketentuan dalam Undang-Undang Perlindungan Anak karena korban masih di bawah umur. Ancaman hukuman maksimal mencapai 20 tahun penjara.
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengendalian emosi dan penyelesaian konflik secara dewasa, karena persoalan yang berawal dari hal sepele dapat berujung pada konsekuensi hukum yang sangat berat.(æ/red)





