Jombang, BeritaTKP.com – Polisi mengungkap momen terakhir sebelum seorang ibu berinisial SY (36) dan putrinya NCQ (5) ditemukan tewas di bekas asrama polisi (aspol) di Dusun/Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Jombang. Keduanya diketahui meninggalkan rumah saat sang suami tertidur.

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander menjelaskan, suami SY yang berinisial NY (38) terakhir kali melihat istri dan anak bungsunya masih berada di rumah pada Senin (23/2/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Setelah itu, NY tertidur pulas hingga tidak ikut sahur keesokan harinya.

“Pagi harinya saat subuh (24/2), suaminya tidak ikut sahur. Namun, anak laki-lakinya melihat ibu dan adiknya pergi tanpa pamit, membawa sepeda motor tanpa menggunakan helm,” ujar Dimas, Kamis (26/2/2026).

Pergi Mengendarai Motor, Tak Kembali

SY diketahui membawa putrinya meninggalkan rumah dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Vega bernopol AG 5053 WO. Menyadari istri dan anaknya tidak berada di rumah, NY kemudian berupaya mencari keduanya ke rumah keluarga, kerabat, dan sejumlah lokasi lain.

Namun pencarian tersebut tidak membuahkan hasil. Hingga pada Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 13.00 WIB, NY melaporkan hilangnya istri dan anaknya ke Polsek Gondang, Polres Nganjuk.

“Sekitar satu jam setelahnya ada penemuan mayat,” ungkap Dimas.

Ditemukan di Kolam Bekas Aspol

Sebelumnya, warga menemukan jasad SY dan NCQ di dalam kolam di area bekas bangunan aspol di Desa Rejoagung, Ploso, Jombang, pada Rabu (25/2) sekitar pukul 14.00 WIB. Kondisi kedua jasad diduga bekas terbakar dan ditemukan tanpa busana.

Tak jauh dari lokasi penemuan, sepeda motor Yamaha Vega bernopol AG 5053 WO milik korban ditemukan di pintu masuk area bekas aspol. Dari kendaraan tersebut, identitas ibu dan anak yang berasal dari Kecamatan Gondang, Nganjuk, akhirnya terungkap.

Latar Belakang Keluarga

Adik kandung SY, Marno Hidayat, menyebut kakaknya merupakan anak sulung dari tiga bersaudara asal Kecamatan Perak, Jombang. SY menikah dengan NY dan dikaruniai dua anak, yakni seorang putra yang kini duduk di kelas 2 SMP dan NCQ yang masih berusia lima tahun.

Keluarga tersebut tinggal di kampung halaman NY di Kecamatan Gondang, Nganjuk. Dalam keseharian, SY bekerja sebagai buruh tani. Namun pihak keluarga mengaku tidak mengetahui adanya persoalan rumah tangga yang menimpa SY.

Hingga kini, polisi masih mendalami penyebab kematian ibu dan anak tersebut, termasuk kemungkinan unsur pidana atau faktor lain di balik peristiwa tragis itu.(æ/red)