Situbondo, BeritaTKP.com – Pencarian terhadap seorang remaja berinisial Soni Aditia (13) warga Desa Taman Kursi, Kecamatan Sumbermalang, yang dikabarkan hilang di Lereng Gunung Argopuro, saat ini telah dihentikan. Bocah yang hilang saat membantu tetangganya memanen padi di lahan desa setempat yang letaknya tak jauh dari Pegunungan Argopuro, pada Kamis (27/4/2023) lalu, kini telah ditemukan.

Soni yang mengantuk dan letih akhirnya meminta izin untuk pulang ke rumah dan mendapatkan izin saat itu juga oleh tetangganya. Namun, nyatanya si anak tak pernah sampai ke rumahnya, hingga kemudian dinyatakan menghilang.

Soni Aditia (13) bersama dengan ibunya, Umi Kulsum (56).

Selama 3 hari menghilang, Soni ditemukan secara tak sengaja oleh Tomar (50) dan Misnail (53), selaku warga setempat. Soni ditemukan di bawah sebuah tebing yang tak jauh dari sumber mata air. Lokasi itu berjarak sekitar 5 km dari perkampungan.

Lokasi ditemukannya Soni bukan ta pernah disisir oleh sejumlah petugas dan warga bahkan telah menyisir bolak-balik lokasi tersebut. Namun, dari situ lah Soni pertama kali oleh Tomar. Saat ditemukan, kondisi Soni dalam kondisi lemas dan kedinginan. Tomar yang mengetahui langsung memakaikan jaketnya ke Soni.

Soni pun langsung dibawa pulang. Lantaran kondisinya yang lemas, Soni kemudian sempat mendapatkan perawatan medis di puskesmas setempat.

Umi Kulsum (56) selaku ibu Soni menyebut bahwa anaknya saat hilang dibawa oleh 4 makhluk yakni satu perempuan dan tiga orang lelaki. Hal berdasarkan pengakuan Soni.

Soni tak bisa menggambarkan jelas bagaimana wujud dan bentuk keempat makhluk tersebut, namun yang pasti mereka tak jahat dan baik sekali. “Selama hilang 3 hari itu Soni mengaku diberi banyak makanan, seperti ayam dan daging-dagingan. Pokoknya semua yang diminta pasti diberi, satu perempuan dan tiga orang laki-laki berbadan besar,” imbuh Umi.

Bahkan, Menurut Umi, mereka juga sempat mengajak anaknya tersebut berjalan-jalan naik kuda dan seolah berada di dunia berbeda. Soni menuturkan dunia mereka tampak indah. “Kata Soni, semua serbaindah. Sama sekali tak ada yang menyeramkan. Meski katanya, orang yang menemani itu berbadan tinggi besar sekali,” tandas Umi. (Din/RED)