BALI, BeritaTKP.com – Aksi pemerkosaan yang dilakukan oleh empat siswa SMP kepada seorang ABG perempuan di Buleleng, Bali yang viral di media sosial, Kini keempat pelaku dalam video telah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian.

Pemerkosaan itu terjadi pada Selasa (7/12/2021), sekitar pukul 10.30 WITA. Pencabulan berlangsung di sebuah rumah di salah satu desa di Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng.

Kejadian tersebut terungkap setelah video pemerkosaan itu viral di media sosial. Adapun korbannya seorang perempuan yang masih berusia 12 tahun. Korban disetubuhi secara bergantian oleh 4 anak yang juga masih di bawah umur. Keempat pelaku masing-masing berumur satu orang berusia 14 tahun, dua orang berusia 15 tahun, dam satu orang berusia 16 tahun.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak kepolisian, kelima pelajar tersebut membenarkan bahwa mereka yang terekam dan melakukan perbuatan asusila dalam video tersebut.

“Diketahui, peristiwa tersebut terjadi karena sebelumnya salah satu anak-anak yang ada dalam video tersebut mendapatkan informasi bahwa terduga korban bisa dibayar, sehingga disepakati dengan uang Rp 50 ribu korban mau melayani keinginan anak-anak tersebut,” ungkap Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto.

“Di samping itu juga dilakukan pemeriksaan psikologis terhadap korban untuk mengetahui keadaan kejiwaan korban, baik sebelum dan sesudah kejadian,” terang Andrian.

Kini 4 siswa itu sudah ditetapkan sebagai tersangka. Meski begitu, keempatnya tidak ditahan karena keempatnya masih dibawah umur.

“Sudah ditetapkan tersangka, mulai tanggal 15 Desember 2021,” kata Kasi Humas Polres Buleleng Iptu I Gede Sumarjaya, Selasa (21/12/2021).

Menurut Sumarjaya, 4 siswa tersebut disangkakan dengan Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Untuk anak-anak tidak ditahan karena ada jaminan dari orang tua. Mereka dikenakan wajib lapor seminggu 2 kali, pada Senin dan Kamis,” jelas Sumarjaya. (RED)