JEMBER, BeritaTKP.com — Sebuah rumah kosong milik Misyana di Dusun Jatirejo, Desa Cangkring, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, Jawa Timur, dilaporkan mengalami kebakaran berulang hingga delapan kali dalam kurun waktu sekitar satu tahun terakhir. Dalam kejadian terbaru, bangunan tersebut hangus dan sebagian strukturnya ambruk.
Peristiwa ini menjadi perhatian warga lantaran titik api disebut kerap muncul di lokasi berbeda, termasuk dari sela-sela keramik lantai. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui.
Komandan Regu Pemadam Kebakaran Mako Ambulu, Misbahul Munir, membenarkan bahwa petugas telah berulang kali melakukan pemadaman di rumah tersebut.
“Sudah delapan kali kami melakukan operasi pemadaman di rumah itu selama setahun lebih,” kata Munir, Rabu (14/10/2026).
Kebakaran Terbaru Menghanguskan Bangunan
Menurut Munir, kebakaran terbaru menjadi insiden paling parah dibandingkan kejadian sebelumnya. Jika sebelumnya api hanya membakar bagian tertentu, seperti kasur atau satu ruangan, kali ini hampir seluruh isi rumah hangus.
Perabotan berupa kasur, kursi, meja, hingga bagian dapur dilaporkan terbakar. Bangunan yang tersisa hanya berupa kerangka dinding, sedangkan bagian atap dan genteng ambruk.
Petugas menerima laporan kebakaran sekitar pukul 08.45 WIB. Armada pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar 10 menit setelah laporan diterima.
Dengan bantuan warga dan personel kepolisian setempat, api akhirnya berhasil dipadamkan. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam kejadian tersebut.
Dugaan Penyebab Masih Perlu Pemeriksaan
Berulangnya kebakaran memunculkan berbagai dugaan di tengah masyarakat. Dari sisi teknis, Munir menyampaikan kemungkinan adanya faktor kondisi tanah atau kandungan material tertentu yang memengaruhi munculnya api.
Salah satu dugaan yang disampaikan adalah kemungkinan keberadaan gas alami di bawah bangunan. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan tanpa pemeriksaan teknis lebih lanjut.
Sebagian warga juga mengaitkan kejadian itu dengan hal-hal mistis. Akan tetapi, anggapan tersebut merupakan spekulasi masyarakat dan belum menjadi kesimpulan mengenai penyebab kebakaran.
Karena itu, pemeriksaan oleh pihak berwenang dan tenaga teknis diperlukan untuk mengetahui sumber api secara objektif.
Rumah Sudah Kosong Saat Kebakaran
Munir menjelaskan, rumah milik Misyana tersebut sudah lama tidak ditempati. Bahkan, papan bertuliskan rumah dijual telah terpasang sebelum kebakaran besar terjadi.
Kondisi rumah yang kosong membuat warga semakin mempertanyakan penyebab munculnya api berulang kali, terlebih ketika kebakaran disebut terjadi di area yang tidak memiliki instalasi listrik aktif.
Meski demikian, kondisi tersebut belum cukup untuk memastikan sumber api berasal dari faktor tertentu.
Akibat kebakaran, kerugian material diperkirakan mencapai Rp200 juta. Hingga laporan ini disusun, penyebab utama kebakaran berulang di rumah tersebut masih belum terungkap.(æ/red)





