Gresik, BeritaTKP.com – Aksi praktek penggandaan uang yang dilakukan oleh dukun pasul berinisial MY berhasil dibongkar Polres Gresik yang merupakan jajaran dari Polda Jatim.

MY, dukun palsu yang merupakan warga asal Menganti, Gresik, Jawa Timur, mengontrak di Perumahan Grand Verona Gresik yang ia gunakan sebagai lokasi praktik. Lokasi tersebut saat ini sudah diamankan oleh polisi sebagai bukti agar pelaku dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Aziz mengatakan banyak korban yang dirugikan oleh praktek perdukunan oleh tersangka MY ini. “Korban ada yang dari Kecamatan Menganti, Kebomas dan daerah lainnya. Total seluruh kerugian masih dalam hitungan, karena kemungkinan ada korban lain yang belum melapor. Saat ini masih kami kembangkan,” kata AKBP Mochamad Nur Aziz saat menggelar konferensi pers, Senin (16/1/2023) kemarin.

AKBP Mochamad Nur Aziz menjelaskan, untuk meyakinkan korbannya, tersangka melakukan ritual mistis menggunakan peralatan atau media seperti keris, patung-patung kecil, dan lilin.

“Bahkan, tersangka juga menggunakan darah manusia dalam ritual penggandaan uang tersebut. Tersangka menjalankan praktek penipuan ini sudah satu tahun,” ujar AKBP Mochamad Nur Aziz.

Kecurigaan salah satu korban mulai muncul pada bulan Juni hingga Agustus 2022 tahun lalu. Hal itu setelah janji tersangka untuk melipatgandakan uang tidak bisa terpenuhi.

AKBP Mochamad Nur Aziz juga menjelaskan, saat itu salah satu korban menyerahkan uang asli kepada tersangka dua kali. Pertama, senilai Rp 65 juta dan yang kedua, Rp 500 juta. Sedangkan janji tersangka bisa menggandakan menjadi Rp 3,9 miliar.

“Tetapi pada bulan September 2022, tersangka hanya mengembalikan uang sebesar Rp 170 juta. Kemudian, setelah korban menanyakan kapan sisa uangnya dikembalikan, tersangka hanya memberikan alasan menunggu petunjuk dan waktu kapan uang tersebut akan diberikan,”terang AKBP Mochamad Nur Aziz.

Gara-gara kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sebesar Rp 395 juta. Karena merasa dipermainkan dan ditipu, korban kemudian melaporkan hal ini kepada Polres Gresik.

Tak hanya menagamankan tersangka MY, polisi juga mengamankan pelaku lain yang berinisial MI (46), warga Pangkah Kulon, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik.

AKBP Mochamad Nur Aziz menyebut,peran tersangka MI sebagai pemasok darah berlabel PMI untuk mendukung aksi tersangka M. Yanto.

“Kami temukan juga di rumah praktek tersangka MY, 23 kantong darah yang didapatkan secara ilegal. Dan, itu sudah expired,” tambah AKBP Mochamad Nur Aziz

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Gresik, Iptu Aldhino Prima Wirdhan mengungkap bahwa tersangka MY dijerat sesuai Pasal 378 KUHP. Dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara. Sedangkan MY dikenai Pasal 195 Undang-undang Republik Indonesia nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Dalam kasus ini, polisi menyita 1 unit handphone, 6 Keris, 2 bal uang mainan pecahan 100 ribu, 2 kardus air mineral berisi uang mainan. 1 blangkon, 7 dupa, 1 kotak berisi patung bayi, 2 kotak berwama hitam berisi patung Dewi Kwan In dan 18 ampul darah golongan darah 0+

“Yang kami dapat info dari PMI darah tersebut sudah expired. Yang pasti didapatkan dari luar Gresik, dan kami sudah kantongi nama-nama yang menjual darah ke tersangka MI,”pungkas Aldhino. (Din/RED)