Petugas gabungan menggeledah Lapas Bengkalis

Bengkalis, BeritaTKP.com – Jaringan internasional penyelundupan narkotika lintas negara berhasil digagalkan melalui sinergi antara Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis dan Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri. Operasi ini berhasil menyita barang bukti narkotika dalam jumlah besar yang berasal dari Malaysia.

Kronologi Pengungkapan

Keberhasilan ini bermula dari deteksi dini yang dilakukan di lingkungan Lapas Bengkalis. Tim Lapas mendapatkan informasi mengenai rencana pengiriman narkotika yang melibatkan salah satu narapidana berinisial SAF alias OMO. Informasi tersebut kemudian dianalisis dan diteruskan kepada Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri untuk dilakukan pendalaman.

  • Jalur Penyelundupan: Narkotika masuk ke wilayah Indonesia melalui jalur laut dari Malaysia menuju Bengkalis, kemudian direncanakan untuk diedarkan hingga ke wilayah Pelalawan.
  • Penangkapan Kurir: Tim gabungan Subdit IV Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Satgas NIC bergerak cepat. Pada Minggu (5/7/2026), mereka berhasil meringkus kurir darat bernama Muhammad Syahril di Jalan Utama Ketam, Desa Kelemantan, Kecamatan Bengkalis, saat sedang membawa paket narkotika.

Barang Bukti yang Disita

Dari tangan tersangka Muhammad Syahril, petugas mengamankan berbagai jenis narkoba, di antaranya:

  • Metamfetamin (Sabu): 10.861 gram (bruto).
  • Ketamin: 858 gram (bruto).
  • MDMA: 472 gram (bruto).
  • Narkotika Sintetis: 496 cartridge yang mengandung etomidate.

Komitmen Pemberantasan Narkoba

Kepala Lapas Kelas IIA Bengkalis, Priyo Tri Laksono, menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan wujud komitmen nyata jajaran pemasyarakatan dalam memutus mata rantai peredaran narkoba.

“Kerja sama dengan Polri adalah komitmen kami untuk memutus segala akses yang berusaha merusak ketertiban, baik di dalam maupun di luar lingkungan lapas. Siapa pun yang kedapatan dan terbukti bersalah akan kami usut tuntas serta diproses secara tegas,” tegas Priyo.

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menyatakan bahwa pihaknya kini tengah melakukan pengembangan intensif. Operasi ini tidak berhenti pada penangkapan kurir, melainkan terus berlanjut untuk memburu jaringan yang lebih luas dan mengungkap aktor intelektual di balik sindikat internasional tersebut.(æ/red)