BOGOR, BeritaTKP.com – Polisi mengungkap bahwa MR (29), tersangka pembacokan suporter sepak bola di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, disebut kerap terlibat dalam aksi tawuran dan terbiasa membawa senjata tajam jenis celurit.

Kapolres Bogor AKBP Arfan Zulkan Sipayung mengatakan, kebiasaan tersangka membawa celurit terungkap saat penyidik mendalami kasus pembacokan yang menewaskan seorang suporter berinisial ARK.

“Pelaku atau tersangka ini selalu membawa celurit di badannya. Bisa dibilang, setiap ada kejadian di daerah sana, dia sudah menyiapkan sendiri senjatanya,” kata Arfan di Polres Bogor, Kamis (29/10/2026).

Menurut Arfan, MR juga kerap mengajak rekan-rekannya terlibat tawuran. Namun, dalam peristiwa yang menewaskan ARK, tersangka diduga beraksi seorang diri.

“Kemarin dia tidak mengajak rombongan, hanya mengajak istri, kemudian langsung membacok korban tersebut,” jelas Arfan.

Arfan menegaskan bahwa MR bukan bagian dari kelompok suporter sepak bola. Ia menyebut tersangka merupakan pemuda yang kerap mengajak orang lain melakukan tawuran.

“Dia selalu sudah siap dengan senjatanya. Jadi, dia sengaja sudah menyiapkan senjata apabila ada tawuran di sekitar situ, kemudian langsung membacok,” tegasnya.

Hasil Tes Urine Tersangka Negatif

Dalam pemeriksaan, polisi juga melakukan tes urine terhadap MR untuk mengetahui kemungkinan adanya pengaruh narkotika maupun alkohol saat peristiwa berlangsung.

Berdasarkan keterangan Kapolres Bogor, hasil pemeriksaan tersebut menunjukkan negatif narkoba dan alkohol.

“Kami sudah melakukan tes urine, berdasarkan pemeriksaan alkohol maupun narkoba, hasilnya negatif,” jelas Arfan.

Suporter Tewas Usai Menonton Pertandingan Sepak Bola

Sebelumnya, ARK, suporter salah satu klub sepak bola, ditemukan meninggal dunia setelah menjadi korban pembacokan di Jalan Raya Jakarta-Bogor pada Minggu (25/10/2026).

Peristiwa tersebut terjadi setelah korban menyaksikan pertandingan Garudayaksa FC melawan Persib Bandung di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor.

Berdasarkan keterangan polisi, tersangka diduga terpancing ketika korban bersama suporter lainnya melintas secara beriringan di jalan tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian kepolisian karena berujung pada meninggalnya seorang suporter. Penyidik terus mendalami peristiwa tersebut untuk mengungkap secara lengkap rangkaian kejadian dan pertanggungjawaban hukum tersangka.(æ/red)