MAKASSAR, BeritaTKP.com – Aksi tawuran antarkelompok warga di Jalan Kakatua II, Kelurahan Parang, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, berakhir tragis. Seorang warga meninggal dunia setelah terkena anak panah busur di bagian leher, sementara Kapolsek Mamajang, AKP Tri Husada Wahyu Andromeda, turut mengalami luka akibat terkena busur saat berupaya melerai pertikaian.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (4/11/2026) malam. Dua kelompok warga yang terlibat bentrokan diketahui berasal dari Lorong 3 dan Lorong 4 Kampung Parang, Kecamatan Mamajang. Dalam aksi tersebut, kedua kelompok saling menyerang menggunakan batu dan senjata panah busur.
Kanit Resmob Polda Sulawesi Selatan, Kompol Wawan Suryadinata, menjelaskan satu orang warga meninggal dunia setelah mengalami luka serius akibat tertancap anak panah di leher sebelah kiri.
Korban sempat dievakuasi ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
“Korban dinyatakan meninggal dunia oleh pihak medis RSUD Labuang Baji akibat luka pada bagian leher sebelah kiri,” kata Wawan, Jumat (6/11/2026).
Kapolsek Terluka Saat Berusaha Meleraikan Tawuran
Selain menelan korban jiwa, bentrokan tersebut juga menyebabkan Kapolsek Mamajang, AKP Tri Husada Wahyu Andromeda, mengalami luka akibat terkena anak panah busur.
Saat kejadian, AKP Tri berada di tengah kerumunan warga untuk berusaha menghentikan pertikaian. Namun, ketika menjalankan upaya tersebut, sebuah anak panah mengenai bagian betisnya.
Kanit Reskrim Polsek Mamajang, Iptu Uji Mughni, membenarkan insiden yang menimpa Kapolsek tersebut.
“Beliau (AKP Tri) berusaha melerai tawuran, namun justru terkena busur pada bagian betis,” ujar Uji.
Setelah mengalami luka, AKP Tri langsung mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.
Polisi Selidiki Pelaku Pembusuran
Hingga Jumat (6/11/2026), polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pihak yang diduga melakukan pembusuran hingga menyebabkan korban meninggal dunia dan melukai Kapolsek.
Aparat kepolisian juga terus mendalami peristiwa bentrokan antara dua kelompok warga tersebut.
Insiden ini kembali menjadi perhatian terhadap bahaya aksi tawuran yang menggunakan senjata berbahaya. Selain mengancam keselamatan kelompok yang bertikai, tindakan tersebut juga berisiko melukai warga lain maupun petugas yang berusaha mengamankan situasi.(æ/red)




