Letkol Cpn (Anm) Dudi Firmansyah dan Kapten Cpn (Anm) Nurhafiz Akbar Rizki Hartio, dua prajurit Pusat Penerbangan TNI AD

SERUYAN, BeritaTP.com – Dua prajurit Pusat Penerbangan TNI Angkatan Darat (Puspenerbad), Letkol Cpn (Anm) Dudi Firmansyah dan Kapten Cpn (Anm) Nurhafiz Akbar Rizki Hartio, gugur dalam kecelakaan helikopter saat menjalankan tugas pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

Kedua jenazah diberangkatkan dari Kuala Pembuang menuju Semarang menggunakan pesawat Casa 212 A-9035 pada Kamis pagi (5/11/2026). Setibanya di Lanumad Ahmad Yani, Semarang, jenazah disemayamkan sebelum dipindahkan ke lokasi pemakaman masing-masing untuk menjalani upacara pemakaman militer.

Letkol Cpn (Anm) Dudi Firmansyah yang menjabat sebagai Kadep Pengembangan Pusdikpenerbad selanjutnya diterbangkan ke Bandung. Jenazah akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra dengan upacara militer yang direncanakan dipimpin Panglima TNI sebagai inspektur upacara.

Sementara itu, Kapten Cpn (Anm) Nurhafiz Akbar Rizki Hartio, yang bertugas sebagai Pabang 2 Siud Heli Serbu II Flite Heli C Dron 31/AYC, dimakamkan di TMP Giri Tunggal, Semarang. Upacara pemakaman direncanakan dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad).

TNI AD menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya kedua prajurit tersebut. Penghormatan militer diberikan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengorbanan mereka ketika menjalankan tugas negara.

Satu Prajurit Masih dalam Pencarian

Di tengah prosesi penghormatan terhadap dua prajurit yang gugur, tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap satu korban lainnya, yakni Sertu (Anm) Heri Prasetyo.

Kapendam XXII/Tambun Bungai Kolonel Arh Dodo Sahata menyampaikan bahwa personel gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, dan BPBD terus berupaya menemukan korban di sekitar lokasi jatuhnya helikopter.

“Tim gabungan masih melaksanakan pencarian terhadap satu prajurit yang belum ditemukan, yakni Serda Heri,” ujar Dodo, Kamis.

Pencarian dilakukan menggunakan perahu Landing Craft Rubber (LCR). Namun, tim menghadapi sejumlah kendala, mulai dari kondisi air yang keruh, arus deras, hingga adanya tumpahan minyak di sekitar lokasi kecelakaan.

Dodo menjelaskan, kondisi perairan semakin menantang ketika air mulai pasang pada siang hari. Arus yang semakin kuat membuat proses pencarian harus dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan personel.

Sekitar pukul 13.00 WIB, tim penyelam Basarnas bahkan menghentikan sementara kegiatan penyelaman karena kondisi perairan dinilai berisiko. Langkah tersebut diambil sambil menunggu perkembangan situasi alam untuk menentukan tahapan pencarian selanjutnya.

Lima Prajurit Dievakuasi untuk Mendapatkan Perawatan

Selain proses pencarian korban yang belum ditemukan, lima prajurit yang sebelumnya berhasil dievakuasi juga telah diberangkatkan menuju Banjarmasin menggunakan helikopter Penerbad.

Penerbangan dilakukan sekitar pukul 10.10 WIB untuk membawa para korban mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Kelima prajurit tersebut masing-masing Kapten Cpn Febri, Letda Cpn Frjiz, Pratu Gilang, Serka Kadia, dan Kapten Suganda.

Menurut keterangan yang disampaikan Kapendam, kelima prajurit mengalami luka cukup serius serta trauma sehingga membutuhkan perawatan lanjutan.

Hingga kini, upaya pencarian terhadap satu prajurit yang belum ditemukan masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Proses evakuasi dan penanganan korban menjadi prioritas di tengah berbagai kendala kondisi perairan di lokasi kecelakaan.(æ/red)