GOWA, BeritaTKP.com – Persoalan rumah tangga yang diduga dipicu kecemburuan berujung aksi penyanderaan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Seorang pria berinisial RS (35) diduga menyandera istrinya, AN (27), sambil mengancam akan menikam korban menggunakan senjata tajam jenis badik.
Kasat Reskrim Polresta Gowa, AKP Muhalis, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula ketika RS menjemput AN dan membawanya ke rumah di Dusun Palangiseng, Desa Pallangga, Kecamatan Pallangga, pada Rabu (4/11/2026).
Setibanya di rumah, keduanya terlibat pertengkaran. Perselisihan itu diduga dipicu kecurigaan RS yang menuding istrinya memiliki hubungan dengan pria lain.
“Awalnya cemburu. Cemburu karena menduga istrinya ada hubungan lain dengan laki-laki lain. Jadi pelaku menjemput korban dan dibawa ke rumahnya, di situlah terjadi pertengkaran sampai korban diancam mau ditikam badik,” kata Muhalis kepada detikSulsel, Jumat (6/11/2026).
Muhalis juga mengungkapkan bahwa RS dan AN telah pisah ranjang selama kurang lebih dua bulan sebelum kejadian tersebut.
“Iya, itu sudah kurang lebih dua bulan,” ungkapnya.
Penyanderaan Berlangsung Sekitar Tujuh Jam
Pertengkaran yang terjadi di rumah tersebut semakin memanas hingga RS diduga menyandera AN sambil mengancamnya menggunakan badik.
Situasi berlangsung selama kurang lebih tujuh jam. Polisi menerima informasi mengenai dugaan penyanderaan sekitar pukul 22.15 Wita dan segera mendatangi lokasi untuk melakukan upaya penyelamatan.
Petugas berusaha membujuk RS agar bersedia melepaskan istrinya. Namun, negosiasi tidak berjalan mudah karena pelaku tidak kunjung membebaskan korban.
“Wah, dramatis sekali. Bayangkan dari sekitar jam 8 malam sampai jam 3 subuh dia sandera korban,” ujar Muhalis.
Menurutnya, korban akhirnya berhasil melepaskan diri ketika pelaku mulai kelelahan. AN kemudian berupaya melawan hingga dapat keluar dari situasi penyanderaan.
“Bahkan bukan diserahkan (korban), tapi betul-betul karena dia terlepas ini perempuan. Sudah capek jadi melawan,” jelasnya.
Korban Berlari ke Arah Polisi, Empat Anggota Terluka
Setelah berhasil melepaskan diri, AN langsung berlari menuju petugas kepolisian dan kerumunan warga yang berada di sekitar lokasi.
RS yang mengetahui istrinya berhasil kabur kemudian mengejar korban. Dalam situasi tersebut, pelaku diduga mengamuk dan menyerang anggota polisi menggunakan badik serta balok.
Akibat perlawanan itu, sekitar empat anggota kepolisian dilaporkan mengalami luka-luka. Muhalis menyebut para personel terluka akibat sabetan senjata tajam dan hantaman balok yang digunakan pelaku saat proses pengamanan.
“Kalau yang terluka kemarin itu yang kelihatan ya kemarin, kurang lebih empat orang. Kena sabetan badik. Waktu diamankan dia, dia mengamuk,” pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena persoalan rumah tangga yang diduga berawal dari kecemburuan berujung pada ancaman kekerasan dan membahayakan keselamatan korban maupun petugas yang berupaya menyelamatkannya.(æ/red)





