BUNGO, BeritaTKP.com – Perselisihan antara dua orang di lokasi penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Bungo, Jambi, berujung aksi penembakan. Seorang pria berinisial YE (34) mengalami luka pada bagian perut setelah diduga terkena serpihan proyektil dari senjata api rakitan yang dibawa seorang pria berinisial Z.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (4/11/2026), di kawasan PETI lubang jarum, Dusun Baru Limbur Lubuk Mengkuang, Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang.

YE, warga Desa Sekar Mengkuang, diduga terlibat cekcok dengan Z yang berasal dari wilayah Bathin II Pelayang. Perselisihan itu juga melibatkan seorang rekan korban berinisial E.

Plt Kasi Humas Polres Bungo, Iptu Bambang JM, mengatakan pihak kepolisian telah melakukan pengecekan setelah menerima informasi mengenai insiden tersebut.

“Dengan adanya kejadian tersebut pihak Kepolisian Polsek Limbur Lubuk Mengkuang melakukan pengecekan,” kata Bambang, Kamis (5/11/2026).

Sempat Berdamai, Pelaku Diduga Kembali Datang Membawa Senjata

Bambang menjelaskan, kejadian bermula sekitar pukul 11.00 WIB ketika YE mendatangi lokasi penambangan emas ilegal tersebut. Di tempat itu, korban bersama rekannya terlibat perselisihan dengan Z.

Meski sempat terjadi keributan, ketiganya disebut telah berdamai. Namun, situasi kembali memanas ketika Z diduga mendatangi YE dan menodongkan senjata api rakitan dari jarak sekitar tiga meter.

Melihat kejadian tersebut, seorang warga berinisial A berusaha merebut senjata api dari tangan Z. Namun, saat terjadi perebutan, senjata tersebut meletus dan mengenai YE.

“Melihat kejadian tersebut warga setempat bernama A mencoba untuk merebut senjata api tersebut. Namun, pada saat perebutan senjata api tersebut terjadi ledakan dan mengenai YE,” jelas Bambang.

Korban mengalami luka gores pada bagian bawah perut yang diduga disebabkan serpihan proyektil. Setelah kejadian, Z melarikan diri, sementara YE segera dibawa ke Klinik Aybun untuk mendapatkan penanganan medis.

Polisi Antisipasi Konflik Antarwilayah

Selain melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku, kepolisian juga berupaya mencegah persoalan tersebut berkembang menjadi konflik sosial antarwilayah.

Langkah antisipasi dilakukan karena korban dan terduga pelaku berasal dari wilayah berbeda, yakni Sekar Mengkuang dan Bathin II Pelayang.

Menurut Bambang, Polsek Limbur Lubuk Mengkuang telah memfasilitasi mediasi antara kedua belah pihak. Dalam pertemuan tersebut, pihak korban dan terduga pelaku disebut sepakat untuk berdamai guna mencegah meluasnya perselisihan.

Namun, pertemuan lanjutan melalui mekanisme duduk nenek mamak dijadwalkan paling lambat Jumat (6/11/2026).

“Hasil keputusan dari mediasi tersebut untuk mencegah terjadinya konflik, maka kedua belah pihak terduga pelaku dan korban sepakat untuk melakukan perdamaian,” ujar Bambang.

Terduga Pelaku Masih Diburu

Hingga Jumat (6/11/2026), polisi masih melakukan upaya pencarian terhadap Z yang diduga terlibat dalam penembakan tersebut.

Unit Opsnal Satreskrim dan Unit Kamneg Sat Intelkam Polres Bungo turut membantu Polsek Limbur Lubuk Mengkuang dalam proses pengungkapan kasus dan pengejaran terduga pelaku.

Kepolisian juga terus melakukan pendekatan kepada masyarakat di kedua wilayah untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya konflik lanjutan.

“Saat ini Unit Opsnal Satreskrim, Unit Kamneg Sat Intelkam Polres Bungo melakukan back-up terhadap Polsek Limbur Lubuk Mengkuang untuk melakukan pengungkapan dan pengejaran terhadap terduga pelaku penembakan dan melakukan penggalangan serta mitigasi perkembangan situasi di kedua desa,” pungkasnya.(æ/red)