Surabaya, BeritaTKP.com – Aksi pencurian motor kembali lagi terjadi di Surabaya, tepatnya di kawasan Keputih Makam Blok B-15. Beruntungnya, Anggota dari Tim Antibandit Polsek Sukolilo telah berhasil menangkap seorang dari tiga pelaku. Orang tersebut berinisial JN ,28, warga asal Desa Jati Ganting, Kecamatan Kejayan, Pasuruan.
Pria malang itu harus mendekam di penjara serta harus menahan sakit lantaran salah satu betisnya terpaksa ditembus timah panas oleh anggota, karena ia berusaha melawan saat proses penangkapan.
Sementara, dua pelaku lainnya saat ini masih dalam proses pengejaran. Dugaan kuat kedua pelaku kabur ke kampung halaman di Kota Pasuruan.
“Anggota masih memburu dua pelaku,” pungkas Kanitreskrim Polsek Sukolilo Iptu Zainul Abidin, pada Senin (8/11) sore.
Aksi pencurian itu bermula pada Senin (1/11) dini hari. Saat itu, Kota Surabaya sedang diguyur hujan deras. Namun, hal itu tidak mengurungkan niat para pelaku untuk tetap melancarkan aksinya mencari motor sasaran.
Komplotan asal Pasuruan ini berangkat dari kota kelahirannya untuk beraksi di Kota Surabaya dengan mengendarai motor jenis Honda Vario hitam dengan bernopol DK atau wilayah Bali.
Setibanya di kawasan Keputih Makam Blok B-15, dua pelaku turun dan merusak kunci gembok pagar rumah milik Ademat (40). Dengan waktu beberapa detik saja, mereka berhasil menggasak motor Scoopy berwarna merah dengan nopol L 2273 BW.
Setelah mendapatkan motor curian, ketiga pelaku kabur ke arah Keputih Tegal, lalu mereka berpapasan dengan anggota opsnal Polsek Sukolilo yang patroli.
“Anggota mencurigai gerak gerik dari ketiga pelaku. Sebab ditengah malam, mereka mengendarai dua motor tanpa membawa helm sambil menenteng tas. Terlebih tiga pelaku juga terlihat terburu-buru,” ujarnya.
Bermodal insting dari kepolisian, dua anggota opsnal yang mencurigai kemudian menabrakkan motor dinas yang dikendarainya ke arah para pelaku. Tak ingin buruannya lepas, anggota lalu mengeluarkan senjata dan melakukan tembakan peringatan. Ada total dua kali polisi melakukan tembakan.
Tak berhenti, dua pelaku itu malah terbangun dan meraih kembali motornya lalu kabur. Sementara satu pelaku yang membawa motor korban, tampak ketakutan dan meninggalkan motor Scoopy korban di pinggir jalan dan berusaha melarikan diri.
“Karena semuanya melarikan diri, akhirnya anggota memilih mengejar satu pelaku yang berlari ke arah pergudangan,” terang Abidin.
Di sana polisi sempat mengeluarkan tembakan peringatan ke udara. Pelaku tersebut malah melempar batu ke arah petugas. Curiga dengan isi tas yang dibawa pelaku, polisi lalu melumpuhkan kakinya dengan timah panas. “Kemudian kami amankan dan membawa dia ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis,” tandas Abidin.
Setelah diperiksa, tas yang dibawa pelaku sontak membuat polisi kaget. Selain alat untuk mencuri, polisi juga menemukan pistol revolver yang ternyata adalah korek api. Mungkin tujuannya untuk menakuti korban yang akan disasar.
(k/red)






