PALU, BeritaTKP.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menjamin penanganan cepat bagi seluruh warga yang terdampak gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada Selasa pagi, 16 Juni 2026. Pemerintah daerah kini bersiaga mengantisipasi dampak kerusakan fisik maupun potensi gempa susulan.

Wakil Gubernur Sulteng, Reny A. Lamadjido, memastikan bahwa kesiapan fasilitas medis dan penanganan darurat telah berjalan optimal. Saat mengunjungi RSUD Undata Palu pascagempa, Wagub mengonfirmasi adanya laporan sejumlah warga yang mengalami cedera fisik akibat kepanikan saat proses evakuasi mandiri berlangsung.

Kondisi Korban Luka dan Kesiapsiagaan Medis

Berdasarkan data penanganan medis di posko kesehatan, dampak langsung dari guncangan gempa memicu kepanikan warga di dalam bangunan:

  • Korban Luka Evakuasi: Tercatat lima orang pasien dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami luka ringan. Kelima korban tersebut dilaporkan mengalami cedera akibat terjatuh dari tangga saat berdesakan mencoba keluar dari gedung ketika gempa terjadi.
  • Kondisi Pasien: Pihak pemprov memastikan seluruh korban luka telah ditangani dengan baik oleh tim dokter dan kondisinya kini mulai berangsur stabil.
  • Rencana Tenda Darurat: Sebagai langkah mitigasi dini, Pemprov Sulteng telah menyiapkan opsi pendirian tenda medis darurat di area luar rumah sakit. Langkah ini disiapkan untuk melayani pasien jika ruangan dalam gedung dinilai rawan akibat rentetan gempa susulan yang masih terus terjadi.

Pemetaan Dampak Kerusakan Infrastruktur Daerah

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah melaporkan bahwa gempa berkategori dangkal dengan kedalaman 10 kilometer ini menimbulkan kerusakan bervariasi di tiga wilayah kabupaten/kota:

1. Kota Palu

Guncangan gempa mengakibatkan keretakan pada struktur Jembatan III Palu. Selain itu, beberapa unit bangunan pertokoan dan fasilitas umum dilaporkan roboh akibat kuatnya aktivitas seismik.

2. Kabupaten Sigi

Dampak kerusakan di wilayah ini tergolong cukup masif. Selain merusak sejumlah rumah tinggal, guncangan gempa memicu terjadinya bencana longsor di kawasan lereng Gunung Kamarora serta menyebabkan saluran distribusi air bersih warga terputus total.

3. Kabupaten Parigi Moutong & Poso

Beberapa bangunan di kedua kabupaten ini dilaporkan mengalami retak rambut hingga runtuh sebagian. Di Kabupaten Poso, akses jalan raya utama di wilayah Napu mengalami kerusakan fisik berupa amblas dan retakan besar, sehingga menghambat mobilitas transportasi.

Catatan Aktivitas Gempa Susulan

Berdasarkan data seismogram BMKG, episentrum gempa utama berpusat di darat pada koordinat 1,13 Lintang Selatan dan 120,23 Bujur Timur, atau berjarak sekitar 42 kilometer arah tenggara Kota Palu. Hasil pemodelan matematis memastikan energi gempa ini tidak berpotensi memicu gelombang tsunami.

Kendati demikian, intensitas gempa susulan (aftershocks) tercatat cukup tinggi. Hingga pukul 13.38 WITA, BPBD Sulteng mencatat telah terjadi puluhan kali gempa susulan dengan rincian: 1 kali gempa M 5; 10 kali gempa M 4; 31 kali gempa M 3; dan 4 kali gempa berkekuatan M 2. Hingga saat ini, proses pendataan total nilai kerugian materiil serta jumlah warga yang mengungsi masih terus dilakukan secara berkala oleh tim reaksi cepat di lapangan.(æ/red)