BLORA, BeritaTKP.com – Tragedi membilur di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Seorang pelajar SMP berusia 14 tahun bernama Sayful Ahmad Gozali, warga Dukuh Karangkembang, Desa Tunjungan, Kecamatan Tunjungan, ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di kawasan Waduk Greneng pada Rabu (5/8/2026) malam.
Peristiwa nahas ini bermula ketika korban pamit kepada keluarganya untuk pergi menonton pertandingan bola voli. Namun, alih-alih ke lapangan voli, korban bersama dua orang rekannya justru mendatangi Waduk Greneng sekitar pukul 20.00 WIB untuk mencari ikan menggunakan ember dan jaring.
“Pamit nonton voli, malah ke waduk mencari ikan,” ujar Ulfa, tetangga korban, Kamis (6/8/2026).
Kronologi Kejadian Sekitar pukul 20.20 WIB, korban bersama rekan-rekannya menyisir tepian waduk. Saat melihat ada ikan di dekat bibir waduk, Sayful berusaha mendekat. Nahas, pijakannya di atas permukaan beton penahan waduk mendadak terlepas akibat licin. Korban pun tercebur dan langsung tenggelam karena tidak memiliki kemampuan berenang.
Melihat korban tenggelam, salah seorang rekannya sempat nekat menceburkan diri untuk memberikan pertolongan dan berupaya mendorong korban ke tepian. Namun, karena kelelahan dan keterbatasan tenaga, upaya tersebut gagal, bahkan nyawa sang penolong hampir ikut terancam.
Dua rekan lainnya kemudian berteriak histeris meminta pertolongan kepada warga sekitar. Warga yang datang langsung mencoba memberikan bantuan darurat menggunakan sebilah bambu untuk menarik remaja yang masih berada di air, sementara tubuh Sayful sudah terlanjur hilang dari permukaan.
Evakuasi dan Hasil Pemeriksaan Mendapat laporan dari warga, jajaran Polsek Tunjungan bersama warga setempat langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pencarian manual di tengah minimnya penerangan malam hari menggunakan senter dan jaring.
Setelah berupaya selama kurang lebih satu jam, tubuh korban akhirnya berhasil ditemukan sekitar pukul 22.15 WIB. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dari Puskesmas Tunjungan yang didampingi pihak kepolisian, tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan pada tubuh korban.
“Korban berhasil ditemukan sekitar pukul 22.15 WIB. Berdasarkan hasil pemeriksaan bersama petugas medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban dinyatakan meninggal dunia akibat tenggelam,” jelas Kapolsek Tunjungan, AKP Subiyono.
Pihak keluarga menyatakan telah ikhlas dan menerima insiden tersebut murni sebagai musibah, sehingga menolak untuk dilakukan autopsi lanjutan. Jenazah korban kemudian langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Menanggapi insiden berulang ini, pihak kepolisian mengimbau masyarakat serta para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak agar tidak melakukan aktivitas berisiko seperti mencari ikan di area perairan waduk, terutama pada malam hari demi keselamatan bersama.(æ/red)





