PATI, BeritaTKP.COM – Pelaksanaan tradisi budaya menyambut malam 1 Suro di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, diwarnai insiden mencekam. Sebuah truk yang mengangkut perangkat pengeras suara berdaya besar (sound horeg) dilaporkan terbakar hebat setelah mesin generator set (genset) berkapasitas 150 KVA yang dibawanya mendadak meledak.
Meskipun kobaran api sempat memicu kepanikan massal di kalangan warga dan pengunjung, jalannya kegiatan adat di desa setempat dilaporkan tetap bergulir hingga selesai setelah situasi berhasil dikendalikan oleh petugas.
Kronologi Ledakan dan Kobaran Api
Peristiwa ini terjadi pada Senin malam, 15 Juni 2026, sekitar pukul 21.30 WIB, di tengah kemeriahan Karnaval Haul Syekh Wiro Padi yang digelar di Desa Pasucen, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati. Berdasarkan keterangan resmi dari pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Wedarijaksa, berikut adalah urutan kronologi kejadian di lapangan:
- Munculnya Percikan Api: Saat armada sound horeg sedang mengular mengelilingi perkampungan, operator truk mendeteksi adanya percikan api dari instalasi listrik genset utama. Operator sempat bergerak cepat mematikan sakelar seluruh perangkat pengeras suara untuk memutus arus.
- Ledakan Hebat: Tak lama setelah sistem dimatikan, unit mesin genset 150 KVA tersebut mendadak meledak. Ledakan itu memicu kobaran api besar yang langsung menyambar material serta komponen kabel yang terhubung pada dinding truk.
- Upaya Evakuasi Mandiri: Kru truk dan kru operasional sound sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat seadanya sembari menyelamatkan sejumlah komponen elektronik berharga agar tidak ikut hangus terpanggang.
- Intervensi Pemadam Kebakaran: Kebakaran baru berhasil dikendalikan secara total setelah dua unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Pati dikerahkan ke lokasi untuk melakukan lokalisasi api dan pendinginan intensif.
Penyebab dan Estimasi Kerugian Materiil
Kapolsek Wedarijaksa, AKP Suntoro, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) awal, indikasi kuat penyebab kebakaran mengarah pada hubungan arus pendek.
Hasil Pemeriksaan Kepolisian: “Indikasi awal dipicu oleh adanya korsleting listrik pada komponen dalam genset. Kendati demikian, penyelidikan lebih lanjut masih kami lakukan untuk memastikan penyebab mutlaknya,” ujar AKP Suntoro.
Akibat insiden destruktif ini, pemilik usaha persewaan sound horeg tersebut ditaksir harus menanggung kerugian materiil yang cukup besar, yakni mencapai Rp275 juta, akibat hangusnya mesin genset utama beserta instalasi audio penyertanya.
Evaluasi Keselamatan Kegiatan Tradisi
Kepala Desa Pasucen, Wiwik Hariyanto, mengonfirmasi bahwa Karnaval Haul Syekh Wiro Padi merupakan tradisi sakral yang rutin digelar setiap tanggal 1 Muharam (1 Suro) untuk menghormati leluhur sekaligus pendiri Desa Pasucen. Wiwik menyayangkan adanya insiden tersebut dan meminta panitia penyelenggara di masa mendatang untuk lebih ketat dalam mengawasi prosedur keselamatan.
Pihak pemerintah desa meminta agar ke depannya penggunaan daya suara tidak dipaksakan melebihi kapasitas beban (overload) mesin. Selain itu, setiap armada kendaraan hiburan yang terlibat dalam karnaval diwajibkan untuk menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai langkah preventif penanganan dini kebakaran di tempat umum.(æ/red)





