Ngawi, BeritaTKP.com – Dua pelaku yang hendak merampas tas milik seorang santri di Ngawi hingga membuat tewas kini telah diamankan pihak kepolisian. Kedua pelaku tersebut berinisial MASB ,21, dan WZNM ,14, keduanya berasal dari Sidoarjo.
“Betul kita amankan dua anak jalanan yang biasa mangkal di Ngawi, yang diduga menyebabkan seorang santri meninggal dunia,” terang Kapolres Ngawi AKBP I Wayan Winaya, Senin (17/1/2022).
Diketahui korban bernama Muhammad Anik ,17, warga asal Rembang, Jawa Tengah. Korban tewas pada Minggu (16/1/2022) sore usai terjatuh dari truk yang ditumpanginya di Jalan Raya Ngawi Caruban Desa Tawun, Kasreman, Ngawi.
“Jadi korban meninggal dunia terjatuh diduga disebabkan oleh dua anak jalanan ini,” pungkasnya.
Winaya membeberkan jika kejadian berawal saat korban bersama dua temannya yang bernama Mokhammad Falahuddin ,17, dan Abdussalam Ahmad ,17, menumpang sebuah truk bernopol K 1406 MN yang melintas di pertigaan lampu merah Jalan Raya Ngawi Caruban Desa Tawun, Kasreman Ngawi. Saat itu tiba-tiba dua anak jalanan tersebut ikut naik truk untuk menumpang.
“Jadi kedua pelaku anak jalanan ini saat di bak truk merampas tas korban dan terjadi saling rebut hingga korban terjatuh di jalan. Seketika itu korban meninggal dunia dengan posisi tengkurap” jelas Winaya.
Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Toni Hermawan mejelaskan bahwa korban yang dari Rembang Jateng ingin kembali ke Ponpes di Bojonegoro. Korban diduga ingin mengirit biaya perjalanan dengan menumpang di truk.
“Jadi korban usai pulang mau kembali ke salah satu Ponpes di Bojonegoro. Mungkin ingin mengirit biaya perjalanan dengan menumpang truk,” ungkap Toni.
Atas perbuatan kedua pelaku, mereka disangkakan dengan Pasal 365 ayat (4) KUHP dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara selama-lamanya seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya 20 (dua puluh) tahun.
“Ancaman hukuman mati atau penjara selama-lamanya 20 tahun,” tegas Toni. (k/red)






