LAMPUNG, BeritaTKP.com – Dua warga Lampung yang menjadi penumpang KMP Virgo Transport 8 hingga kini masih belum ditemukan setelah kapal tersebut mengalami kecelakaan dan terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa. Keduanya tercatat sebagai korban yang masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.
Dua warga Lampung tersebut diketahui bernama Feris Sudaryanto, warga Lampung Tengah, serta seorang kernet yang bekerja bersamanya dan berasal dari Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran. Keduanya berada di kapal tersebut dalam perjalanan mengantarkan barang dari Surabaya menuju Banjarmasin.
Feris diketahui bekerja sebagai sopir ekspedisi. Menurut keterangan adiknya, Hadi Widiyanto, perjalanan menggunakan KMP Virgo Transport 8 merupakan bagian dari pekerjaan rutin Feris untuk mengirimkan barang ke berbagai wilayah.
“Kalau kakak saya memang sopir ekspedisi. Kebetulan sedang mendapatkan tugas kerja mengantar barang dari Surabaya menuju Banjarmasin menaiki kapal KMP Virgo,” ujar Hadi saat dikonfirmasi, Senin (21/9/2026).
Hadi mengatakan bahwa Feris biasanya mendapatkan rute pengiriman ke sejumlah wilayah, termasuk Sumatera. Namun, pada perjalanan kali ini, Feris mendapat tugas menuju Banjarmasin.
“Biasanya dia kadang-kadang rutinnya ke Sumatera juga. Sebenarnya rutinnya itu ada di Bekasi,” kata Hadi.
Ia memastikan bahwa Feris dan kernet yang ikut bersamanya sama-sama berasal dari Lampung. Feris berasal dari Lampung Tengah, sementara kernetnya merupakan warga Gedong Tataan, Pesawaran.
“Pas bawa kernetnya juga. Jadi dua orang ini orang Lampung semua,” ujarnya.
Keluarga Pertama Kali Mendapat Kabar dari Perusahaan
Keluarga Feris pertama kali mengetahui kabar kecelakaan KMP Virgo Transport 8 dari pihak perusahaan tempat Feris bekerja. Informasi tersebut diterima oleh istri Feris melalui sambungan telepon pada Minggu pagi.
“Dikasih informasi itu Minggu jam 10-an. Ditelepon keluarga itu dari pihak perusahaan, dari perusahaan nelpon ke mbak saya, istri korban,” kata Hadi.
Sejak mendapatkan kabar tersebut, keluarga terus memantau perkembangan proses pencarian melalui berbagai informasi yang beredar di media sosial.
“Sementara keluarga itu menunggu informasi dari update-an di sosial media, TikTok. Lihat update dari medsos,” ungkapnya.
Namun, setelah beberapa hari menunggu, keluarga belum mendapatkan informasi mengenai keberadaan Feris maupun kernetnya.
“Sudah empat hari begitu itu nunggu informasi terus. Enggak ada kabar, enggak ada kabar. Sampai sekarang juga belum ada kabar,” tutur Hadi.
Karena membutuhkan kepastian mengenai kondisi kakaknya, Hadi kemudian berangkat ke Banjarmasin. Keberangkatannya mendapat bantuan biaya transportasi dari pihak perusahaan.
“Dari pihak keluarga semua sudah bingung. Jadi saya adiknya yang disuruh berangkat. Terus dari pihak perusahaan juga memberikan biaya transport ke Banjarmasin,” jelasnya.
Setibanya di Banjarmasin, Hadi langsung menuju area terminal pelabuhan tempat keluarga korban lainnya berkumpul untuk memperoleh informasi terbaru mengenai proses pencarian.
Ia juga datang untuk memastikan kesesuaian data Feris yang telah masuk dalam daftar korban.
“Karena memang datanya ini sudah masuk. Cuma mungkin saya ke sini kan mencocokkan data kakak saya,” ujarnya.
118 Korban Telah Ditemukan, 125 Masih Dalam Pencarian
Berdasarkan pembaruan data Basarnas pada Minggu (20/9/2026) pukul 16.00 WITA, tim penyelam gabungan kembali menemukan satu korban meninggal dunia dari dalam badan kapal KMP Virgo Transport 8.
Korban ditemukan sekitar pukul 14.14 WITA dan langsung dievakuasi untuk menjalani proses identifikasi.
Dengan penemuan tersebut, total korban yang berhasil ditemukan mencapai 118 orang, terdiri dari 108 orang selamat dan 10 orang meninggal dunia. Sementara itu, sebanyak 125 orang masih dalam pencarian dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes kapal.
KMP Virgo Transport 8 sebelumnya berangkat dari Surabaya menuju Banjarmasin pada 12 September 2026 dengan membawa 243 orang. Kapal tersebut kemudian mengalami cuaca buruk dan dilaporkan hilang kontak pada 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 WITA.
Kapal akhirnya ditemukan dalam kondisi terbalik di wilayah perairan Masalembo, Laut Jawa. Proses pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Keluarga Harapkan Dukungan Pemerintah Lampung
Di tengah proses pencarian yang belum menemukan keberadaan Feris dan kernetnya, keluarga berharap Pemerintah Provinsi Lampung memberikan perhatian terhadap korban asal daerah tersebut.
Hadi berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah selama keluarga berada di Banjarmasin untuk menunggu perkembangan pencarian.
“Pinginnya tuh kayak dari Pemprov, dari Gubernur atau dari mana itu kita yang jadi korban ini loh, disupport loh dari daerah kita,” ujar Hadi.
Ia mengatakan selama berada di Banjarmasin, keluarga harus memenuhi kebutuhan secara mandiri.
“Kalau kayak daerah-daerah lain kan banyak tuh. Kayak dari Jawa Barat tuh dia kan support. Kalau dari kita enggak ada sama sekali. Bahkan kita makan pun pakai uang sendiri di sini,” katanya.
Meski demikian, bagi keluarga Feris, hal utama yang mereka harapkan bukan bantuan materi, melainkan kepastian mengenai keberadaan anggota keluarga mereka.
“Yang pasti harapan kami, yang penting ketemu. Dalam apa pun, sehat atau apa pun, ya yang jelas ketemu aja lah,” tutup Hadi.(æ/red)





