PANGKEP, BeritaTKP.com – Harapan baru muncul dalam tragedi tenggelamnya KM Nurul Salsa. Dua penumpang yang sebelumnya dilaporkan hilang berhasil ditemukan dalam kondisi selamat setelah bertahan hidup selama empat hari di tengah laut.

Keduanya ditemukan oleh nelayan KM Bari-Baria 05 di perairan Pulau Sanipa, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 13.00 WITA.

Saat ditemukan, kedua korban dalam kondisi lemas setelah berhari-hari menghadapi gelombang laut. Mereka bertahan hidup dengan mengapung di atas selembar gabus sambil mengenakan jaket pelampung.

Dua korban tersebut diketahui bernama Asmal alias Jamsal (24) dan Nurmiati (46), warga Dusun Tangnga, Desa Tanamalala, Kecamatan Pasimasunggu, Kabupaten Kepulauan Selayar.

Humas Polres Kepulauan Selayar Aiptu Suardi Alimuddin mengatakan, kedua korban langsung dievakuasi menuju Pulau Matala’ang untuk mendapatkan pertolongan awal.

“Kedua korban ditemukan di atas gabus menggunakan jaket pelampung (life jacket),” ujar Suardi, Minggu (19/7/2026).

Bertahan Bersama Lima Orang, Tiga Rekan Meninggal

Di balik kabar bahagia tersebut, tersimpan kisah memilukan tentang perjuangan para korban selama berada di tengah lautan.

Berdasarkan keterangan awal, Asmal dan Nurmiati sebelumnya tidak bertahan sendirian. Setelah KM Nurul Salsa tenggelam, terdapat lima orang yang berusaha menyelamatkan diri dengan berpegangan pada gabus.

Namun, kondisi laut yang berat membuat tiga orang lainnya tidak mampu bertahan. Ketiganya kemudian meninggal dunia setelah mengalami kelelahan selama berhari-hari terombang-ambing.

Asmal dan Nurmiati bahkan harus bertahan selama dua malam bersama jasad ketiga rekannya sebelum akhirnya melepaskan jenazah tersebut ke laut karena kondisi tubuh mulai membusuk.

“Untuk sementara, kedua korban belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut. Sehingga identitas tiga korban yang disebut meninggal dunia belum dapat dipastikan,” jelas Suardi.

Pencarian Korban Masih Berlangsung

Dengan ditemukannya dua korban tersebut, jumlah penumpang KM Nurul Salsa yang berhasil ditemukan bertambah menjadi 59 orang hingga Minggu (19/7/2026) pukul 17.30 WITA.

Namun, operasi pencarian masih terus dilakukan karena sebanyak 18 penumpang lainnya masih belum diketahui keberadaannya.

Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran di sejumlah wilayah perairan Kepulauan Selayar hingga Kabupaten Pangkep untuk mencari korban yang masih hilang.

KM Nurul Salsa sebelumnya mengalami musibah pada Rabu (15/7/2026) di perairan barat Pulau Polassi, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar. Kapal tersebut dilaporkan mengalami gangguan mesin sebelum akhirnya tenggelam.(æ/red)