LAMPUNG SELATAN, BeritaTKP.com – Setelah dua hari dilakukan pencarian, Dedi Rustana Siregar (38), pria yang dilaporkan terjun ke laut di Dermaga 7 Eksekutif Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat. Ia ditemukan warga di Pulau Kandang Besar, sekitar 2–3 kilometer dari lokasi awal kejadian.
Warga asal Cilegon, Banten, tersebut ditemukan pada Senin (12/10/2026). Saat itu, tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran di sejumlah titik perairan Bakauheni untuk mencari keberadaan korban.
Komandan Pos SAR Bakauheni Kantor SAR Lampung, Rezie Kuswara Nunyai, mengatakan laporan penemuan Dedi diterima dari warga Pulau Kandang Besar sekitar pukul 13.05 WIB.
Setelah menerima informasi tersebut, tim SAR gabungan segera menuju lokasi untuk memastikan identitas korban sekaligus melakukan evakuasi.
Ditemukan Warga di Pulau Kandang Besar
Sebelum korban ditemukan, tim SAR telah menyisir sejumlah kawasan perairan dan pesisir Bakauheni berdasarkan perkiraan lokasi terakhir Dedi terlihat.
Sekitar pukul 09.00–10.00 WIB, warga di Pulau Kandang Besar melihat seorang pria berada di pulau tersebut. Pria itu kemudian diketahui sebagai Dedi Rustana Siregar.
Saat ditemukan, korban hanya mengenakan celana dalam. Warga setempat kemudian memberikan pakaian dan makanan sebelum melaporkan penemuan tersebut kepada petugas melalui pengurus lingkungan.
Petugas selanjutnya mencocokkan ciri-ciri fisik pria tersebut dengan informasi yang sebelumnya disampaikan keluarga. Identitas Dedi dipastikan melalui sejumlah tanda fisik, termasuk tato pada tubuhnya.
Setelah identitasnya terkonfirmasi, tim SAR mengevakuasi korban menggunakan perahu menuju kawasan Muara Pilu.
Kondisi Fisik Dilaporkan Tidak Mengalami Luka
Rezie menyampaikan bahwa secara fisik Dedi tidak menunjukkan luka yang terlihat. Meski demikian, kondisi korban tetap memerlukan perhatian setelah berada di pulau selama kurang lebih dua hari.
Setelah proses evakuasi, korban direncanakan beristirahat terlebih dahulu di sekitar kawasan pelabuhan dengan bantuan petugas dan keluarga sebelum dipulangkan ke Cilegon, Banten.
Petugas belum memperoleh penjelasan mengenai alasan Dedi terjun ke laut. Hingga korban ditemukan, motif di balik peristiwa tersebut masih belum diketahui secara pasti.
Kronologi Kejadian di Dermaga 7 Bakauheni
Peristiwa ini bermula pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 01.10 WIB. Berdasarkan laporan awal, Dedi berada di area parkir kendaraan Dermaga 7 Eksekutif Pelabuhan Bakauheni bersama kerabatnya menggunakan mobil Toyota Avanza berwarna hitam dengan nomor polisi BE 1430 DT.
Korban kemudian keluar dari kendaraan, melewati pagar pembatas dermaga, lalu masuk ke laut dari area Fender 09.
Kerabat yang berada di lokasi segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas ASDP Bakauheni. Laporan itu kemudian ditindaklanjuti dengan pengerahan tim SAR gabungan untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi.
Operasi pencarian melibatkan Basarnas, Polairud Polda Lampung, Polairud Polres Lampung Selatan, Pos TNI AL Kalianda, nelayan Bakauheni, serta pihak keluarga.
Setelah pencarian berlangsung hingga hari kedua, keberadaan Dedi akhirnya diketahui berkat laporan warga yang menemukannya di Pulau Kandang Besar.
Keterangan Keluarga Masih Perlu Didalami
Dalam keterangan awal kepada petugas, keluarga menyebut Dedi pernah menjalani rehabilitasi terkait penggunaan narkoba dan mendapatkan perawatan kesehatan jiwa.
Namun, informasi tersebut belum menjelaskan penyebab korban terjun ke laut. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai latar belakang kejadian maupun alasan yang mendorong tindakan tersebut.
Penemuan Dedi dalam keadaan selamat mengakhiri operasi pencarian selama dua hari. Selanjutnya, korban direncanakan mendapatkan waktu istirahat dan pendampingan dari keluarga sebelum kembali ke tempat asalnya di Cilegon, Banten.(æ/red)





