JAKARTA, BeritaTKP.com – Seorang pria lanjut usia berinisial H (62) ditangkap polisi setelah diduga melakukan penipuan dengan modus berpura-pura tertabrak mobil di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. Berdasarkan pengakuannya, aksi serupa juga pernah dilakukan di sejumlah wilayah Jakarta.
Kanit Reskrim Polsek Metro Penjaringan, AKP Kiki Tanlim, mengatakan tersangka mengaku telah melakukan aksi tersebut di tiga lokasi, yakni Tanah Abang, Tambora, dan Penjaringan.
“Sudah sering beraksi, tapi banyak yang nggak peduli. Tiga TKP pengakuannya, Tanah Abang, Tambora, Penjaringan,” kata Kiki saat dihubungi, Senin (12/10/2026).
Mengaku untuk Modal Usaha Kopi Keliling
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, H diduga sengaja membenturkan atau menabrakkan dirinya ke mobil yang melintas. Setelah itu, ia meminta sejumlah uang kepada pengemudi dengan dalih sebagai korban kecelakaan.
Menurut Kiki, tersangka mengaku menggunakan uang yang diperolehnya untuk modal usaha berdagang kopi keliling.
“Yang bersangkutan mengakui pernah melakukan aksi dengan modus menabrakkan diri ke mobil dengan dalih mendapatkan uang untuk modal usaha berdagang kopi keliling,” jelasnya.
Meski demikian, pengakuan tersebut masih menjadi bagian dari pendalaman kepolisian untuk mengungkap rangkaian aksi yang diduga dilakukan tersangka.
Ditangkap Setelah Ada Informasi Masyarakat
Polisi menangkap H pada Jumat (9/10/2026) sekitar pukul 17.50 WIB. Penangkapan dilakukan setelah petugas menerima informasi dari masyarakat mengenai dugaan aksi penipuan dengan modus berpura-pura tertabrak kendaraan.
Keterangan saksi menyebutkan, pria tersebut berjalan kaki di jalan raya dan diduga sengaja membenturkan tubuhnya ke mobil untuk memperoleh keuntungan pribadi.
Setelah diamankan, H beserta barang bukti dibawa ke Polsek Metro Penjaringan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi Masih Mendalami Kasus
Hingga Senin (12/10/2026), polisi masih mendalami kasus tersebut, termasuk dugaan aksi di sejumlah lokasi lain berdasarkan pengakuan tersangka.
Kepolisian belum merinci jumlah korban maupun total uang yang diduga diperoleh dari aksi tersebut.
Masyarakat diimbau tetap berhati-hati ketika menghadapi dugaan kecelakaan di jalan. Apabila menemukan kejadian mencurigakan, warga dapat meminta bantuan petugas atau melaporkannya kepada kepolisian agar persoalan dapat ditangani sesuai prosedur.(æ/red)





