DELI SERDANG, BeritaTKP.com – Kecelakaan maut yang melibatkan becak motor (bentor) dan kereta api angkutan crude palm oil (CPO) terjadi di perlintasan sebidang Dusun Bakaran Batu, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Senin (12/10/2026) pagi.

Pengendara bentor bernama Sukoyo (69) meninggal dunia setelah kendaraannya bertabrakan dengan kereta api yang melaju dari arah Medan menuju Perbaungan. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 07.12 WIB di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) Nomor 11, Kilometer 15+436, petak jalan Stasiun Batang Kuis–Stasiun Araskabu.

Berdasarkan keterangan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara, pengendara bentor diduga menerobos palang pintu yang sudah dalam posisi tertutup. Namun, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penanganan pihak berwenang.

Kronologi Kecelakaan di Perlintasan Kereta

Peristiwa bermula ketika Sukoyo mengendarai bentor Jialing Jetwin tanpa pelat nomor dari arah Jalan Pekan Batang Kuis menuju Aras Kabu.

Saat tiba di perlintasan, hujan dilaporkan mengguyur kawasan tersebut dan arus lalu lintas terpantau ramai. Pada waktu bersamaan, kereta api tangki CPO dengan lokomotif CC201.93.01 melaju dari Medan menuju Perbaungan.

Benturan antara bentor dan kereta api tidak dapat dihindari. Akibat kejadian itu, Sukoyo mengalami luka dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi sebelum dievakuasi ke RSU Patar Asih.

Berdasarkan informasi awal kepolisian, masinis telah membunyikan klakson panjang sebagai tanda peringatan sebelum benturan terjadi.

Sementara itu, keterangan petugas penjaga perlintasan dan warga yang disampaikan KAI menyebutkan bahwa bentor diduga melintas ketika palang pintu telah tertutup. Informasi tersebut masih menjadi bagian dari penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi Lakukan Olah TKP

Kanit Gakkum Polresta Deli Serdang, Iptu Ahmad Junaedy Tarigan, mengatakan pihaknya telah menerima laporan dan mengerahkan personel ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi guna menyusun kronologi kejadian dan mengetahui faktor yang menyebabkan kecelakaan.

Kasus tersebut masih ditangani Unit Gakkum Polresta Deli Serdang. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan rangkaian peristiwa serta faktor-faktor yang berkontribusi terhadap tabrakan.

KAI Amankan Lokasi dan Periksa Kereta

Manager Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menyampaikan keprihatinan atas kecelakaan yang melibatkan kereta api angkutan CPO relasi Stasiun Belawan–Stasiun Perbaungan dengan sebuah bentor.

Setelah kejadian, petugas Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) bersama tim keamanan KAI mengamankan lokasi. KAI juga berkoordinasi dengan personel Satuan Lalu Lintas Polres Batang Kuis untuk mendukung penanganan insiden tersebut.

Masinis sempat menghentikan kereta untuk memeriksa kondisi sarana. Setelah pemeriksaan dan dinyatakan aman, kereta kembali melanjutkan perjalanan menuju Stasiun Perbaungan pada pukul 07.14 WIB.

KAI Ingatkan Bahaya Menerobos Palang

KAI Divre I Sumatera Utara kembali mengingatkan masyarakat agar mematuhi rambu, sinyal, serta palang pintu di setiap perlintasan sebidang.

Anwar menjelaskan bahwa kereta api membutuhkan jarak pengereman yang panjang sehingga tidak dapat berhenti secara mendadak ketika menghadapi hambatan di jalur.

Karena itu, pengguna jalan diminta berhenti ketika sinyal peringatan berbunyi atau palang mulai menutup. Pengendara juga harus menunggu hingga palang terbuka kembali sebelum melintas.

Kepatuhan terhadap aturan perlintasan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kecelakaan dan menjaga keselamatan pengguna jalan maupun perjalanan kereta api.

Sementara itu, penyelidikan atas kecelakaan yang menewaskan Sukoyo masih berlangsung. Kepolisian terus mendalami keterangan saksi dan kondisi di lokasi untuk memastikan penyebab kejadian.(æ/red)