Sidoarjo, BeritaTKP.com – Seorang balita perempuan berinisial R (3,5) asal Desa Kemangsen, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, meninggal dunia setelah diduga menjadi korban penganiayaan oleh ayah kandungnya sendiri. Peristiwa tragis tersebut menggegerkan warga setempat.

Kapolsek Balongbendo Kompol Sugeng Sulistiyono mengatakan kondisi keluarga korban memang sudah tidak utuh sebelum kejadian. Ibu korban diketahui telah meninggalkan rumah sekitar satu bulan sebelumnya.

“Informasinya ibu korban sudah meninggalkan rumah sekitar satu bulan lalu, sehingga di rumah hanya ada korban dan ayahnya,” ujar Sugeng.

Menurut Sugeng, pelaku diduga memiliki sifat temperamental atau mudah marah. Kondisi tersebut juga diduga menjadi penyebab keretakan rumah tangga hingga istrinya memilih pergi meninggalkan rumah.

“Diduga pelaku ini pemarah atau mudah marah, bahkan istrinya sendiri meninggalkan rumah,” jelasnya.

Berdasarkan informasi awal yang diterima polisi, korban diduga mulai mengalami kekerasan pada Kamis sore. Setelah kejadian tersebut, pelaku sempat meninggalkan korban sendirian di dalam rumah.

Pada keesokan harinya, korban diketahui mengalami kejang-kejang sebelum akhirnya meninggal dunia.

Kasus ini terungkap setelah polisi menerima laporan dari warga mengenai adanya balita yang meninggal dunia dalam kondisi mencurigakan pada Jumat (6/3/2026).

Saat dilakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban, petugas menemukan sejumlah luka memar di tubuh korban, di antaranya pada bagian dahi, bibir, dada, perut hingga paha.

“Dari hasil pemeriksaan ditemukan luka memar di beberapa bagian tubuh korban,” ungkap Sugeng.

Dalam pemeriksaan awal, ayah korban mengakui telah melakukan penganiayaan terhadap anaknya menggunakan tangan kosong.

Saat ini pelaku telah diamankan di Polsek Balongbendo untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih melakukan penyelidikan lebih mendalam terkait kasus tersebut.(æ/red)