SINGOSARI,Berita TKP. com — Dalam upaya merawat tradisi, menumbuhkan minat baca, dan menerangi masa depan generasi muda, OSIS SMK Plus Almaarif Singosari berkolaborasi dengan Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Kabupaten Malang menyelenggarakan acara bertajuk “Gelora Baskara” Edisi Perdana 2026. Kegiatan ini mengusung empat pilar utama, yaitu ruang literasi, pendidikan, kebudayaan, dan keagamaan, yang dipusatkan di Hall Pesantren Teknologi Almaarif Singosari.

Acara resmi dibuka oleh KH. Anas Noor selaku Ketua Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari pada Rabu, 28 Oktober 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Mengambil momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda, Gelora Baskara dirancang sebagai wadah strategis yang mempertemukan dunia pendidikan vokasi dengan kekayaan khazanah tradisi, sastra, serta seni budaya Nusantara.

Rangkaian acara diisi dengan dua agenda utama yang sarat nilai edukasi dan kebudayaan. Pertama, sesi bedah buku berjudul “Panyirep Gemuruh” karya Mbah Wahab Hasbullah, yang menghadirkan narasumber sekaligus penulisnya, Gus Fathul. Dalam sesi ini, peserta diajak menelusuri kedalaman pemikiran, nilai religiusitas, serta kearifan lokal yang terkandung di dalam karya tersebut.

Kedua, digelar pameran sekaligus dialog budaya bertema “Pamor Keris Tambak Beras” yang menghadirkan Empu Fanani, seniman keris dari Singosari. Sesi ini mengupas tuntas filosofi, estetika, serta pelestarian warisan budaya tinggi pembuatan keris Nusantara langsung dari seorang pengrajin ahli.

Kepala sekolah beserta jajaran dewan guru dan panitia penyelenggara menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah nyata institusi pendidikan dalam membentengi karakter siswa melalui pendekatan budaya dan literasi. Mengusung tema “Merawat Tradisi, Menumbuhkan Literasi, Menerangi Masa Depan”, diharapkan peserta didik khususnya dari jurusan Teknologi dan Rekayasa tidak hanya dibekali keahlian digital dan keterampilan vokasi, tetapi juga tetap berakar kuat pada kecintaan terhadap identitas budaya bangsa.

Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan siswa-siswi dari lingkungan Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari, meliputi SMK Plus Almaarif Singosari, SMA Islam Almaarif Singosari, dan Madrasah Aliyah Almaarif. Diharapkan, gelaran perdana ini dapat menjadi agenda berkala yang konsisten melahirkan ruang diskusi yang mencerahkan bagi dunia pendidikan di Kabupaten Malang dan sekitarnya (Mam/Regi81)