BANDAR LAMPUNG, BeritaTKP.com – Misteri kematian Lilis Pitriani (29), perempuan yang ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tubuh terikat tali tambang di sebuah parit di Bandar Lampung, masih dalam penyelidikan kepolisian. Sebelum ditemukan tewas, Lilis diketahui sempat pergi bersama seorang pria berinisial R yang disebut sebagai sepupunya.
Keberadaan R kini menjadi perhatian penyidik setelah pria tersebut dikabarkan menghilang usai ditanya keluarga mengenai keberadaan Lilis yang tidak kunjung pulang selama dua hari.
Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Regan Kusuma Wardani, mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban pergi bersama R pada Minggu pagi, 25 Oktober 2026. Keduanya disebut hendak pergi ke pasar sekitar pukul 09.30 WIB.
“Informasi yang kami dapat bahwa korban ini pergi ke pasar sejak Minggu dengan seorang sepupunya, lelaki berinisial R,” kata Regan, Rabu (28/10/2026).
Setelah pergi, Lilis tidak kunjung kembali ke rumah. Keluarga yang khawatir kemudian berusaha mencari keberadaannya, tetapi nomor telepon seluler korban sudah tidak aktif.
Keluarga juga sempat meminta keterangan kepada R. Kepada keluarga, R mengaku telah mengantarkan Lilis pulang. Namun, setelah ditanya oleh orang tua korban, keberadaan R justru tidak diketahui.
Polisi masih menelusuri keberadaan R dan mendalami rangkaian peristiwa sebelum Lilis ditemukan meninggal dunia. Hingga kini, belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab kematian korban maupun keterlibatan pihak tertentu dalam peristiwa tersebut.
Lilis Ditemukan Terikat di Dalam Parit
Sebelumnya, warga Kelurahan Kupang Teba, Kecamatan Teluk Betung Utara, Bandar Lampung, digegerkan dengan penemuan jasad perempuan pada Selasa malam, 27 Oktober 2026.
Jasad tersebut ditemukan oleh keluarga korban di sebuah parit di Jalan Cipto MK, Gang 57 PU. Korban kemudian diketahui bernama Lilis Pitriani, berusia 29 tahun.
Saat ditemukan, tubuh Lilis dalam kondisi terikat tali tambang berwarna biru. Korban mengenakan celana panjang hitam dan baju putih.
Selain kondisi tubuh yang terikat, ditemukan pula sejumlah luka pada tubuh korban, termasuk di bagian kepala.
Untuk memastikan penyebab kematian, jenazah Lilis menjalani proses autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung. Hasil pemeriksaan tersebut diharapkan dapat membantu penyidik mengungkap penyebab pasti kematian korban.
Polisi Dalami Penyebab Kematian
Polresta Bandar Lampung masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus tersebut. Penyidik mendalami keterangan saksi, menelusuri aktivitas terakhir korban, serta mencari keberadaan R yang disebut sempat pergi bersama Lilis.
Polisi juga masih menunggu hasil autopsi untuk memperoleh informasi medis mengenai penyebab kematian korban.
Hingga penyelidikan berjalan, dugaan terkait pihak yang bertanggung jawab atas kematian Lilis belum dapat dipastikan. Kepolisian diharapkan dapat mengungkap secara menyeluruh rangkaian peristiwa tersebut berdasarkan alat bukti dan hasil pemeriksaan.
Catatan: Informasi mengenai dugaan keterlibatan pihak tertentu masih menunggu hasil penyelidikan resmi kepolisian.(æ/red)





