
SURABAYA, BeritaTKP.com – Kasus meninggalnya Zulkarnain Abdil Aziz (10), bocah difabel di Surabaya yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh anak tetangganya, terus menjadi perhatian publik. Terbaru, sejumlah unggahan warganet di media sosial menyoroti dugaan perilaku keluarga anak yang disebut terlibat dalam kasus tersebut.
Dalam unggahan di Threads, beberapa akun mengklaim keluarga anak berinisial F dan K kerap terlibat masalah dengan warga sekitar. Namun, berbagai tudingan tersebut masih berupa pengakuan warganet dan belum dapat dipastikan kebenarannya secara independen.
Warganet Ungkap Dugaan Ancaman terhadap Warga
Salah satu akun Threads menyebut anggota keluarga anak tersebut pernah diduga mencuri besi dan mengancam akan melakukan kekerasan terhadap orang yang hendak melaporkan kejadian itu kepada polisi.
Unggahan tersebut kemudian mendapat tanggapan dari akun lain yang mengaku memiliki pengalaman serupa. Salah satunya menuding anggota keluarga berinisial F pernah bermasalah dengan kerabatnya dan melontarkan ancaman ketika keluarga tersebut berniat melapor kepada polisi.
Ada pula komentar yang menduga keluarga tersebut merasa memiliki perlindungan dari pihak tertentu, termasuk menyebut adanya koneksi dengan anggota TNI. Meski demikian, klaim mengenai ancaman maupun dugaan koneksi tersebut belum disertai konfirmasi resmi dalam laporan sumber.
Orang Tua Korban Mengaku Warga Tak Berani Menolong
Selaras Abdul, orang tua Zulkarnain, turut menyinggung situasi di lingkungan tempat tinggalnya setelah anaknya mengalami penganiayaan.
Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, Selaras mengaku tidak banyak warga yang berani membantu saat kejadian. Menurut keterangannya, hanya seorang tetangga yang bersedia membantu mengantarkan korban ke rumah sakit setelah dimintai pertolongan.
Selaras juga mengatakan dirinya sempat meminta rekaman kamera pengawas atau CCTV untuk memeriksa kejadian tersebut. Namun, ia mengaku belum bisa melihat rekaman itu karena disebut kurang jelas.
Pernyataan tersebut menjadi bagian dari keterangan keluarga korban. Sementara itu, dugaan perilaku keluarga anak yang beredar di media sosial tetap perlu diverifikasi melalui keterangan saksi dan proses penyelidikan.
Penanganan Kasus Masih Berjalan
Kasus meninggalnya Zulkarnain masih menjadi perhatian masyarakat. Penanganan perkara yang melibatkan anak di bawah umur memerlukan prosedur khusus sesuai ketentuan yang berlaku.
Di tengah ramainya pembahasan di media sosial, informasi terkait perkara tersebut perlu mengacu pada keterangan resmi aparat penegak hukum. Tuduhan terhadap pihak-pihak yang tidak berkaitan langsung dengan proses hukum juga perlu disikapi secara hati-hati agar tidak berkembang menjadi penghakiman publik.
Hingga informasi dalam laporan sumber tersebut diterbitkan, belum ada konfirmasi resmi yang disertakan untuk membuktikan berbagai tudingan warganet mengenai perilaku keluarga anak yang disebut terlibat dalam perkara ini.(æ/red)





