CIANJUR, BeritaTKP.com — Penemuan kerangka yang diduga merupakan anak perempuan berusia 9–10 tahun di Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menyisakan sejumlah pertanyaan. Polisi kini mendalami temuan tali tambang yang melilit bagian leher korban untuk mengungkap penyebab kematian sekaligus memastikan identitasnya.
Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Bagus Panuntun, mengatakan kerangka tersebut telah dibawa ke RSUD Sayang Cianjur untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Menurut keterangan awal kepolisian, korban diperkirakan memiliki tinggi kerangka sekitar 94 sentimeter. Saat ditemukan, korban masih mengenakan kaus lengan panjang berwarna hijau toska dengan sablon.
Polisi Dalami Temuan Tali Tambang
Dalam pemeriksaan awal, petugas menemukan tali tambang yang melilit leher korban sebanyak dua kali. Namun, polisi belum dapat memastikan apakah temuan tersebut berkaitan langsung dengan penyebab kematian.
“Kami masih terus mendalami temuan tali tambang tersebut untuk mengungkap kronologi pastinya,” ujar Bagus, Selasa (13/10/2026).
Penyidik masih mengumpulkan informasi dan menelusuri berbagai kemungkinan untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi sebelum korban ditemukan.
Identitas dan Penyebab Kematian Belum Dipastikan
Polisi memperkirakan korban telah meninggal sekitar 20 hari sebelum ditemukan. Meski demikian, perkiraan waktu tersebut masih perlu dikaitkan dengan hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Identitas korban juga belum diketahui secara pasti. Kepolisian masih menunggu hasil autopsi dari RSUD Sayang Cianjur untuk membantu mengungkap penyebab kematian dan memastikan identitasnya.
Hingga kini, belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab kematian maupun dugaan tindak pidana dalam kasus tersebut.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi penemuan kerangka dan memastikan seluruh fakta berdasarkan hasil pemeriksaan serta bukti yang tersedia.(æ/red)





