SUMENEP, BeritaTKP.com – Ratusan batang kayu berukuran besar ditemukan terdampar di sepanjang pesisir Desa Romben Rana dan Desa Bicabbi, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Kayu-kayu tersebut telah berada di kawasan pesisir selama sekitar tiga hari dan sebagian masih belum dievakuasi.

Keberadaan kayu gelondongan tersebut mengganggu aktivitas nelayan karena berada di area yang biasa digunakan untuk pergerakan perahu.

Diduga Muatan Kapal yang Lepas

Berdasarkan informasi warga, kayu-kayu tersebut diduga merupakan muatan kapal yang terlepas dan terbawa arus laut setelah kapal mengalami hantaman gelombang besar di perairan sebelah timur Kabupaten Sumenep.

Kayu yang ditemukan memiliki ukuran besar, dengan diameter mencapai sekitar 3 meter dan panjang sekitar 12 meter. Sebagian kayu diketahui berjenis meranti.

Ditemukan Stiker Kementerian Kehutanan

Hal yang menarik perhatian adalah adanya stiker berwarna kuning pada sejumlah kayu. Stiker tersebut bertuliskan:

  • Kementerian Kehutanan Republik Indonesia
  • PT Utama Damai Indah Timber
  • Nomor seri
  • Tiga barcode yang diduga berisi informasi mengenai riwayat kayu

Namun, keberadaan stiker tersebut belum menjelaskan secara pasti asal-usul kayu maupun bagaimana kayu tersebut bisa terdampar di pesisir Sumenep.

Nelayan Khawatir Aktivitas Terganggu

Masyarakat pesisir mengkhawatirkan keberadaan ratusan kayu tersebut karena ukurannya yang besar dapat menghambat aktivitas nelayan.

Kayu yang berada di sekitar jalur perahu dikhawatirkan dapat mengganggu pergerakan kapal kecil atau menyebabkan kerusakan apabila terjadi benturan.

Proses Evakuasi Masih Dikoordinasikan

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumenep, Kamiluddin, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan agen dan pihak yang disebut sebagai pemilik kayu untuk melakukan proses evakuasi.

“Kemarin siang masih rapat dengan agen dan pemilik. Mungkin hari ini akan dilakukan evakuasi, tetapi kemarin masih berdiskusi bagaimana cara mengevakuasi kayu itu,” ujar Kamiluddin.

Sementara itu, Petugas Tagana Kecamatan Dungkek, Fathorrahman, menyebut jumlah kayu yang telah dihitung mencapai sekitar 405 batang.

Jumlah tersebut masih kemungkinan bertambah karena terdapat informasi bahwa kayu serupa juga ditemukan di wilayah pesisir utara Kecamatan Batang-Batang.

“Kemarin sudah dihitung ada sekitar 405 batang. Namun ada informasi katanya di pesisir Legung, Batang-Batang, juga ada. Masih dicek oleh teman-teman Tagana,” kata Fathorrahman.

Saat ini, petugas bersama pihak terkait masih melakukan koordinasi untuk menentukan langkah evakuasi agar kayu tidak semakin mengganggu aktivitas masyarakat di kawasan pesisir.(æ/red)