Solo, BeritaTKP.com – Kemunculan sejumlah pria mengenakan kebaya dalam rangkaian Kirab Malam 1 Suro di Pura Mangkunegaran, Solo, menjadi perbincangan luas di media sosial. Menanggapi polemik tersebut, pihak panitia penyelenggara menegaskan tidak pernah memberikan izin maupun perlakuan khusus kepada peserta yang mengikuti kirab di luar ketentuan yang telah ditetapkan.
Perbincangan bermula dari unggahan sejumlah foto dan tangkapan layar media sosial yang menampilkan tiga pria mengenakan kebaya saat mengikuti Kirab Malam 1 Suro. Dalam unggahan yang beredar, disebutkan bahwa peserta tersebut telah memperoleh izin untuk mengenakan busana tersebut selama kegiatan berlangsung.
Menanggapi hal itu, Ketua Panitia Penyelenggara 1 Suro Be 1960 Mangkunegaran, GRAj. Ancillasura Marina Sudjiwo atau yang akrab disapa Gusti Sura, memberikan klarifikasi melalui akun media sosial pribadinya.
Ia menegaskan bahwa Puro Mangkunegaran telah menetapkan panduan busana atau ageman bagi seluruh peserta ritual adat Malam 1 Suro dan tidak memberikan dispensasi kepada pihak mana pun.
“Mangkunegaran telah mengeluarkan panduan ageman untuk ritual adat 1 Sura. Panitia penyelenggara tidak pernah memberikan izin, dispensasi, ataupun perlakuan khusus kepada pihak mana pun,” tegas Gusti Sura.
Menurutnya, peringatan Malam 1 Suro merupakan tradisi budaya yang sarat dengan nilai refleksi, ketertiban, serta penghormatan terhadap warisan leluhur. Karena itu, seluruh peserta diharapkan dapat mengikuti aturan yang telah ditetapkan panitia demi menjaga kekhidmatan acara.
Pihak Mangkunegaran juga mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum peringatan Malam 1 Suro sebagai sarana memperkuat nilai budaya dan sikap saling menghormati di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Semoga semangat refleksi, ketertiban, dan saling menghormati yang hadir dalam peringatan Malam 1 Sura dapat terus menjadi bagian dari kehidupan bersama serta memperkuat hubungan masyarakat dengan nilai-nilai budaya yang diwariskan lintas generasi,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, pihak Puro Mangkunegaran menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme masyarakat yang mengikuti rangkaian Kirab Pusaka Malam 1 Suro tahun ini.
Panitia berharap seluruh pihak dapat menyikapi polemik yang berkembang secara bijak serta tetap menjaga penghormatan terhadap tradisi dan nilai-nilai budaya yang menjadi bagian penting dari warisan bangsa..(æ/red)





