KARAWANG, BeritaTKP.com – Polisi menetapkan tiga orang berinisial SA, RD, dan DD sebagai tersangka dalam kasus dugaan perbuatan asusila sesama jenis di sebuah tempat hiburan malam Theater Night Mart, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Kasus ini mencuat setelah beredar sebuah video berdurasi 12 detik di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat sejumlah pria berada di area tempat hiburan malam dan diduga melakukan adegan mesra, mulai dari berjoget berpasangan, berpelukan, hingga berciuman.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengatakan polisi langsung menindaklanjuti video yang viral tersebut. Dari hasil penelusuran, polisi kemudian mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam peristiwa itu.

Hendra menyebut, tiga orang yang diamankan dan kini berstatus tersangka adalah SA, RD, dan DD. Saat ini, ketiganya masih menjalani pemeriksaan secara intensif oleh penyidik untuk mendalami peran masing-masing dalam video yang beredar.

Selain mengamankan para tersangka, polisi juga telah memeriksa tujuh orang saksi. Para saksi tersebut termasuk pemilik tempat hiburan malam tempat peristiwa itu diduga terjadi.

Menurut Hendra, hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa video tersebut direkam pada Minggu, 7 Juni 2026, sekitar pukul 01.00 WIB. Setelah video itu ramai dibagikan di media sosial, polisi melakukan penelusuran lebih lanjut dengan memanggil sejumlah pihak terkait.

Penyidik juga telah berkoordinasi dengan pihak kejaksaan untuk menentukan pasal yang akan diterapkan dalam kasus tersebut. Dari hasil koordinasi, para tersangka disangkakan dengan Pasal 406 dan Pasal 414 KUHP.

Pasal 406 KUHP berkaitan dengan dugaan perbuatan asusila di tempat umum dan di hadapan orang lain, dengan ancaman hukuman dua tahun enam bulan. Sementara itu, Pasal 414 KUHP berkaitan dengan dugaan perbuatan cabul, dengan ancaman hukuman hingga sembilan tahun.

Sebelumnya, masyarakat sempat dihebohkan oleh beredarnya video singkat yang diduga memperlihatkan pesta sesama jenis di sebuah tempat hiburan malam di Kabupaten Karawang. Video tersebut kemudian menjadi viral dan memicu perhatian publik hingga akhirnya ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.

Hingga kini, polisi masih terus melakukan pemeriksaan untuk mendalami kasus tersebut, termasuk memastikan kronologi kejadian, peran para tersangka, serta keterlibatan pihak lain dalam peristiwa yang terekam video tersebut.(æ/red)