Sukabumi, BeritaTKP.com – Seorang pria bernama Hendra alias Pedro (35), warga Sukabumi, ditemukan dalam kondisi pingsan di sekitar area tebing kawasan Goalpara, Senin, 8 Juni 2026. Sebelumnya, korban sempat dilaporkan turun ke jurang di Kampung Cisarua, Desa Cisarua, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.
Hendra yang bekerja sebagai buruh harian lepas itu ditemukan oleh warga setelah dilakukan pencarian sejak Minggu sore. Saat ditemukan, kondisi fisiknya sangat lemah hingga tidak sadarkan diri.
Informasi penemuan korban pertama kali disampaikan oleh warga setempat. Setelah ditemukan di area tebing, warga bersama tim gabungan langsung mengevakuasi korban ke rumah keluarganya di Kampung Cipaku RT 01/13, Desa Langensari, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.
Plt Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, Ipda Ade Rulli, membenarkan bahwa korban yang sempat memicu kepanikan warga tersebut akhirnya berhasil ditemukan.
“Benar, kami sudah menerima laporan terbaru dari lapangan bahwa saudara Hendra alias Pedro, korban yang dilaporkan turun ke tebing semalam, saat ini sudah berhasil ditemukan oleh warga setempat,” ujar Ade Rulli, Senin, 8 Juni 2026.
Ade menjelaskan, korban ditemukan dalam kondisi pingsan di area tebing. Karena kondisinya sangat lemah, warga langsung membawa korban ke rumahnya agar segera mendapatkan perawatan.
“Berdasarkan laporan yang kami terima, korban ditemukan dalam keadaan pingsan di area tebing tersebut. Karena kondisinya yang lemah, warga langsung mengevakuasi dan membawa korban ke rumahnya di Kampung Cipaku agar bisa segera mendapatkan perawatan,” jelasnya.
Sebelum ditemukan, personel gabungan dari Polsek Sukaraja bersama BPBD sempat melakukan penyisiran di lokasi kejadian. Pencarian melibatkan Kapolsek Sukaraja, Kanit Reskrim, KSPK, Intel, Lantas, Samapta, serta unsur terkait lainnya.
Peristiwa ini bermula pada Minggu, 7 Juni 2026, sekitar pukul 17.15 WIB. Saat itu, korban sedang diantar pulang menggunakan mobil. Di tengah perjalanan, korban meminta pengemudi berhenti dengan alasan ingin buang air kecil.
Namun setelah mobil berhenti, korban justru menyeberang jalan dan turun ke arah jurang sedalam puluhan meter sambil melepas jaketnya.
Menurut keterangan polisi, korban diduga sedang mengalami tekanan psikologis. Sepanjang perjalanan, korban disebut terus mengeluh dan enggan pulang ke rumahnya di Cipaku, Goalpara.
“Korban diduga mengalami depresi karena sepanjang jalan terus mengeluh enggan pulang ke rumahnya di Cipaku, Goalpara,” jelas Ade.
Saksi di lokasi sempat meneriaki korban agar berhenti. Namun korban disebut sempat menjawab dengan kalimat “Arek jalan motong” atau ingin mengambil jalan pintas, sebelum akhirnya menghilang di area jurang yang gelap.
Kejadian tersebut membuat istri korban histeris hingga mengundang perhatian warga sekitar. Jarak dari lokasi jurang menuju rumah korban diketahui hampir satu kilometer dengan jalur melewati area perkebunan.
Setelah korban ditemukan dalam kondisi selamat, operasi pencarian resmi dihentikan. Pihak kepolisian kemudian mengimbau keluarga agar memberikan perhatian dan pengawasan lebih intensif kepada korban.
“Kondisi korban saat ini masih dalam proses pemulihan oleh pihak keluarga setelah pingsan akibat kelelahan di tebing. Kami mengimbau kepada pihak keluarga agar memberikan pengawasan yang lebih ketat dan perhatian intensif kepada saudara Hendra, agar peristiwa nekat yang membahayakan nyawa seperti ini tidak terulang kembali di masa mendatang,” ujar Ade.
Saat ini, korban masih menjalani proses pemulihan bersama keluarganya. Polisi berharap pihak keluarga dapat terus mendampingi korban agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.(æ/red)





