BEKASI, BeritaTKP.com – Polisi menangkap seorang pria berinisial HW yang diduga menjadi eksekutor dalam kasus pembunuhan warga negara Korea Selatan berinisial BS di Tambun, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Penangkapan HW dilakukan oleh penyidik Satreskrim Polres Metro Bekasi. Dalam rekaman yang beredar, polisi terlihat mendatangi lokasi keberadaan HW sebelum akhirnya mengamankan pria tersebut.
Saat diamankan, HW tampak kebingungan dan sempat mempertanyakan kedatangan polisi. Ia kemudian dibawa oleh penyidik untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolres Metro Bekasi.
HW diduga terlibat dalam pembunuhan BS setelah menerima perintah dari seorang wanita berinisial SJ. SJ diketahui merupakan mantan istri korban dan diduga menjadi otak dalam kasus pembunuhan tersebut.
Kapolres Metro Bekasi, Kombes Sumarni, menjelaskan bahwa dari hasil penyidikan, SJ diduga memberikan sejumlah uang kepada HW untuk melaksanakan pembunuhan terhadap korban. Total pembayaran yang diberikan secara bertahap disebut mencapai Rp 139 juta.
Sebelum menjalankan aksinya, HW diduga beberapa kali memantau aktivitas korban. Pemantauan itu dilakukan untuk mengetahui kebiasaan dan pergerakan korban sebelum pembunuhan dilaksanakan.
Pada saat kejadian, HW diduga mendatangi rumah korban dengan pakaian dan perlengkapan yang telah disiapkan untuk menyamarkan identitasnya. Saat masuk ke dalam rumah, korban yang berada di ruang makan sempat melihat keberadaan pelaku dan menegurnya.
Tidak lama setelah itu, HW diduga menyerang korban menggunakan senjata tajam. Polisi menyebut korban mengalami luka serius hingga akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian.
Setelah melakukan penyerangan, pelaku juga diduga melakukan sejumlah upaya untuk menghilangkan jejak. Polisi masih mendalami rangkaian tindakan pelaku setelah kejadian, termasuk barang bukti yang berkaitan dengan kasus tersebut.
Korban BS sebelumnya ditemukan meninggal dunia oleh putrinya pada Rabu, 27 Mei 2026. Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian hingga dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Dari hasil pemeriksaan, polisi menduga pembunuhan ini dilatarbelakangi konflik lama antara SJ dan korban. Selain itu, SJ juga diduga memiliki motif untuk menguasai harta milik korban.
Sementara itu, HW disebut menerima tawaran tersebut karena alasan ekonomi dan kebutuhan finansial. Polisi masih terus mendalami peran masing-masing tersangka dalam perkara ini.
Kasus pembunuhan WN Korea Selatan di Bekasi ini menjadi perhatian karena diduga direncanakan dan melibatkan pembunuh bayaran. Polisi memastikan proses hukum terhadap para tersangka terus berjalan untuk mengungkap perkara ini secara tuntas.(æ/red)





