Tuban, BeritaTKP.com – Misteri kelompok pemuda berbaju hitam yang menyerang rombongan Persaudaraan Setia Hati Terate (SH Terate) Cabang Tuban akhirnya mulai terungkap. Polresta Tuban menetapkan sembilan orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan pengeroyokan yang menyebabkan 10 anggota SH Terate mengalami luka-luka.
Dari sembilan tersangka tersebut, delapan orang telah berhasil diamankan, sementara satu orang lainnya yang diduga menjadi penggagas aksi masih dalam pengejaran polisi dan telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Wakapolresta Tuban, Kompol Supiyan, mengungkapkan para pelaku tergabung dalam kelompok yang menamakan diri “Geng Pukul”. Kelompok tersebut diketahui beranggotakan pemuda dari wilayah Kabupaten Tuban, Bojonegoro, dan Lamongan.
“Kelompok pemuda ini mengatasnamakan Geng Pukul. Dalam perkara ini delapan pelaku telah diamankan dan satu pelaku masih DPO,” ujar Kompol Supiyan saat konferensi pers di Mapolresta Tuban, Rabu (22/7/2026).
Adapun delapan tersangka yang telah ditangkap masing-masing berinisial JAP (19), MAG (17), MWS (17), ASP (17), DAP (17), OPK (16), MFK (17), dan BNO (26). Dari jumlah tersebut, enam tersangka masih berstatus anak di bawah umur.
Sementara itu, RND, yang diduga sebagai inisiator aksi penyerangan, hingga kini masih diburu petugas.
“Satu pelaku yang merupakan inisiator masih dalam pencarian,” jelas Kompol Supiyan.
Bermula dari Kopdar ‘Geng Pukul’
Berdasarkan hasil penyelidikan, aksi penyerangan bermula saat kelompok tersebut menggelar kopi darat (kopdar) di sebuah warung kopi di Kecamatan Plumpang, Tuban, pada Sabtu (18/7/2026). Pertemuan itu dihadiri sekitar 100 orang.
Saat kegiatan berlangsung, RND diduga melihat siaran langsung kegiatan Tasyakuran Warga Baru SH Terate melalui aplikasi TikTok. Setelah itu, ia mengajak peserta kopdar untuk melakukan sweeping terhadap rombongan pesilat.
“Dari sekitar 100 orang yang hadir, sekitar 30 orang mengikuti ajakan tersebut, sedangkan lainnya tetap berada di lokasi kopdar,” ungkap Kompol Supiyan.
Sekelompok pemuda tersebut kemudian bergerak menuju sejumlah titik di wilayah Tuban dan diduga melakukan penyerangan terhadap rombongan SH Terate yang sedang dalam perjalanan pulang.
Empat Lokasi Penyerangan
Polisi mengungkapkan aksi dugaan pengeroyokan terjadi di empat lokasi berbeda, yakni:
- Depan BRILink Desa Mandirejo.
- Depan Koramil Merakurak.
- Perempatan Desa Sumurgung.
- Jalan raya kawasan Perhutani, Kecamatan Grabagan.
Dalam aksinya, para pelaku diduga melakukan pemukulan, tendangan, serta menggunakan benda seperti selang dan kursi untuk menganiaya para korban.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka lebam dan lecet di bagian kepala, wajah, tangan, serta tubuh. Selain itu, sejumlah sepeda motor milik korban juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Polisi Tangkap Delapan Pelaku
Kasus ini berhasil diungkap setelah Satreskrim Polresta Tuban melakukan serangkaian penyelidikan, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi, mengumpulkan barang bukti, hingga menganalisis rekaman CCTV.
“Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan, Unit Pidum berhasil melakukan penangkapan terhadap para pelaku,” kata Kompol Supiyan.
Penangkapan dilakukan secara bertahap pada 20 hingga 21 Juli 2026 di sejumlah lokasi di Kabupaten Tuban dan Lamongan.
Sebagian pelaku diamankan di kediamannya masing-masing, sementara beberapa lainnya ditangkap di kawasan Pasar Babat, Lamongan.
Bahkan, salah satu pelaku yang masih berstatus anak di bawah umur diserahkan langsung oleh orang tuanya kepada penyidik di Mapolresta Tuban.
Proses Hukum Tetap Berjalan
Meski sebagian besar tersangka masih berusia di bawah umur, polisi memastikan proses hukum tetap dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku dalam sistem peradilan pidana anak.
Kompol Supiyan menegaskan perkara tersebut tidak diselesaikan melalui mekanisme restorative justice, melainkan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.
“Bukan restorative justice, karena pelaku di bawah umur penanganannya dilakukan secara khusus sesuai aturan,” tegasnya.
Berawal dari Video Viral
Sebelumnya, rombongan SH Terate diserang saat dalam perjalanan pulang usai mengikuti kegiatan Tasyakuran Warga Baru pada Minggu (19/7/2026) dini hari.
Video yang memperlihatkan puluhan pemuda berbaju hitam menghadang dan menyerang rombongan pesilat itu kemudian viral di berbagai platform media sosial dan memicu perhatian publik.
Akibat insiden tersebut, 10 anggota SH Terate mengalami luka-luka, beberapa di antaranya harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat cedera yang dialami.(æ/red)





