PAPUA, BeritaTKP.com – Tim SAR gabungan kembali menemukan lima bagian tubuh yang diduga merupakan korban ledakan bom sisa peninggalan Perang Dunia II di Kabupaten Biak Numfor, Papua. Temuan tersebut selanjutnya dievakuasi untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, mengatakan lima bagian tubuh itu ditemukan saat tim gabungan melakukan penyisiran di area Ring 2. Lokasi pencarian berada di wilayah pantai dan perairan sekitar tempat kejadian.

Temuan terbaru ini menambah jumlah bagian tubuh yang sebelumnya telah ditemukan di lokasi ledakan. Sebelumnya, tim gabungan telah mengevakuasi 13 bagian tubuh yang juga diduga berkaitan dengan korban ledakan.

Selain melakukan evakuasi temuan terbaru, tim gabungan masih terus mencari tiga korban yang hingga kini belum ditemukan. Pencarian dilakukan oleh unsur Polri, TNI, Basarnas, BPBD, dan instansi terkait lainnya.

Sementara itu, pencarian di area Ring 1 atau titik yang diduga menjadi sumber ledakan belum dapat dilakukan secara maksimal. Area tersebut masih dalam proses sterilisasi oleh tim Penjinak Bom Gegana Satbrimob Polda Papua.

Polisi menyebut kawasan Ring 1 masih dinyatakan belum aman karena diduga terdapat benda berbahaya yang dapat mengancam keselamatan petugas maupun masyarakat. Karena itu, petugas masih memprioritaskan pengamanan lokasi sebelum pencarian diperluas.

Tim Puslabfor Polda Papua juga telah bergabung untuk melakukan investigasi di lokasi kejadian. Dalam waktu dekat, Tim Disaster Victim Identification atau DVI Polda Papua turut membantu proses identifikasi korban.

Korban meninggal dunia akibat ledakan tersebut dilaporkan bertambah menjadi enam orang. Sebelumnya, lima korban ditemukan meninggal dunia, yakni Deflin Raubaba, Moris Raubaba, Karmila Ayorbaba, Israel Raubaba, dan Isril Raubaba.

Belakangan, seorang warga bernama Mina Puadi juga dilaporkan meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Biak. Korban diketahui merupakan warga yang tinggal di sekitar lokasi ledakan.

Peristiwa ledakan bom sisa Perang Dunia II di Biak Numfor ini menjadi perhatian serius aparat. Selain menimbulkan korban jiwa, ledakan tersebut juga membuat proses pencarian harus dilakukan dengan sangat hati-hati karena lokasi belum sepenuhnya aman.

Aparat mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati area ledakan selama proses sterilisasi dan pencarian masih berlangsung. Warga juga diminta segera melapor apabila menemukan benda mencurigakan yang diduga berkaitan dengan sisa bahan peledak.

Tim gabungan memastikan pencarian, identifikasi korban, dan pengamanan lokasi akan terus dilakukan hingga seluruh korban ditemukan dan area dinyatakan aman.(æ/red)