Jakarta, BeritaTKP.com – Aksi seorang juru parkir berinisial HM yang diduga berulang kali mencuri sepatu di sejumlah rumah kos kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, akhirnya terhenti. Pelaku ditangkap polisi saat diduga hendak melancarkan aksi pencurian untuk keempat kalinya.

Kapolsek Metro Kebayoran Baru AKBP Nugrahadi Kusuma mengatakan, HM telah tiga kali beraksi di lokasi berbeda hingga meresahkan para penghuni kos.

Untuk mempersempit ruang gerak pelaku, polisi menyebarkan informasi beserta foto HM kepada masyarakat. Saat pelaku kembali muncul di lokasi yang diduga menjadi target berikutnya, warga langsung mengenalinya dan melaporkan kepada polisi.

“Kasus ini cukup meresahkan karena sudah tiga kali melakukan pencurian dengan pelaku yang sama. Saat akan melakukan pencurian keempat, warga sudah mengenali pelaku setelah kami menyebarkan informasi,” ujar AKBP Nugrahadi kepada wartawan, Kamis (23/7/2026).

HM ditangkap di Jalan Antena II, Kramat Pela, pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengaku melakukan pencurian karena alasan ekonomi setelah berpisah dengan istrinya. Uang hasil penjualan sepatu curian disebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup, termasuk membayar biaya kontrakan.

Modus Menyasar Rumah Kos

Menurut AKBP Nugrahadi, HM berkeliling menyusuri gang-gang dengan berjalan kaki untuk mencari rumah kos yang pagar depannya tidak terkunci.

Setelah memastikan situasi sepi, pelaku masuk dengan berpura-pura sebagai penghuni kos atau orang yang memiliki akses ke lokasi tersebut.

Saat beraksi, HM membawa tas untuk mengangkut sepatu yang diambil secara acak dari teras maupun area penyimpanan milik penghuni.

Pada aksi pertamanya, HM menggunakan topi untuk menutupi identitas. Sedangkan pada aksi berikutnya, ia mengenakan masker agar tidak mudah dikenali.

Dijual Borongan ke Pasar Loak

Usai melakukan pencurian, seluruh sepatu hasil curian dijual secara borongan di pasar loak kawasan Kebayoran Lama tanpa boks agar lebih cepat laku dan segera berubah menjadi uang tunai.

Polisi kini masih mendalami kemungkinan adanya pihak yang berperan sebagai penadah barang hasil curian.

“Untuk penadah masih kami telusuri karena penjualannya berpindah-pindah. Perlu pendalaman lebih lanjut,” kata AKBP Nugrahadi.

Kanit Reskrim Polsek Metro Kebayoran Baru AKP Andre JR Simamora menjelaskan, pelaku menjual sepatu curian kepada siapa saja yang bersedia membeli.

Harga jualnya pun relatif murah, yakni sekitar Rp150 ribu hingga Rp300 ribu untuk beberapa pasang sepatu sekaligus.

“Kalau membawa beberapa pasang sepatu, langsung dijual borongan sekitar Rp150 ribu sampai Rp300 ribu. Yang penting cepat menjadi uang tunai,” ujar AKP Andre.

Tiga Rumah Kos Jadi Sasaran

Berdasarkan hasil penyelidikan, HM diduga telah beraksi di tiga lokasi berbeda, yakni:

  • Rumah Kos M di Jalan Antena, Kelurahan Kramat Pela.
  • Rumah kos di Jalan Haji Zainuddin, Kelurahan Gandaria Utara.
  • Rumah Kos KTMT di Jalan Antena, Kelurahan Kramat Pela.

Saat hendak mengulangi aksinya di lokasi keempat, pelaku lebih dulu dikenali warga yang sebelumnya telah menerima informasi dari kepolisian.

Tim Opsnal Polsek Metro Kebayoran Baru kemudian bergerak cepat mengamankan HM dan membawanya ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan.

Puluhan Pasang Sepatu Raib

Polisi memperkirakan HM mencuri sekitar lima hingga 10 pasang sepatu di setiap lokasi yang menjadi sasarannya.

Dari tiga aksi yang diduga dilakukan, sekitar 20 pasang sepatu berhasil dibawa kabur. Sebagian besar merupakan sepatu milik penghuni kos, termasuk beberapa merek terkenal seperti New Balance.

Mayoritas korban diketahui merupakan penghuni kos putri.

Dalam perkara ini, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa tote bag Indomaret, tas merek Eiger, tas pinggang, pakaian hitam yang digunakan saat beraksi, serta rekaman CCTV.

Atas perbuatannya, HM dijerat dengan pasal tentang pencurian dengan pemberatan, sementara penyidik masih terus mengembangkan kasus tersebut, termasuk menelusuri dugaan keterlibatan penadah barang hasil kejahatan.(æ/red)