ilustrasi

Jember, BeritaTKP.com – Warga Desa Kaliglagah, Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, digemparkan oleh temuan jasad bayi laki-laki dalam kondisi tidak utuh. Bayi tersebut diduga dibunuh oleh ibu kandungnya sendiri, perempuan berinisial RH (19), tak lama setelah proses persalinan.

Kasus ini terungkap setelah warga mencurigai adanya ceceran darah di sekitar permukiman hingga akhirnya polisi menemukan potongan tubuh bayi di beberapa lokasi di sekitar rumah pelaku.

Berikut rangkuman fakta kasus tersebut:

1. Terungkap dari Temuan Ceceran Darah

Kasus ini mencuat setelah warga menemukan ceceran darah di sekitar area pemakaman yang tidak jauh dari rumah RH. Temuan tersebut segera dilaporkan ke pihak kepolisian.

“Awalnya warga menemukan ceceran darah di sekitar rumah terduga pelaku, lalu melapor ke polisi,” ujar Kanit PPA Polres Jember, Ipda Alfan Febrianto, Senin (22/12/2025).

Petugas dari Polsek Sumberbaru dan Polres Jember kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan.

2. Jasad Bayi Ditemukan Tidak Utuh

Dalam penyelidikan lanjutan, polisi menemukan jasad bayi laki-laki di belakang rumah RH. Kondisinya sudah tidak utuh.

“Potongan lengan bayi ditemukan di dalam septic tank yang berada di samping rumah pelaku, sementara bagian tubuh lainnya berada di belakang rumah,” kata Alfan.

3. Ditemukan Luka Sayatan pada Tubuh Bayi

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya sejumlah luka sayatan pada tubuh bayi. Luka ditemukan di bagian leher dan pinggul.

“Diduga ada upaya untuk menghilangkan jejak dengan memotong tubuh korban dan membuang sebagian ke septic tank,” jelasnya.

4. Diduga Melahirkan Sendiri di Dapur Rumah

Polisi menduga RH melahirkan bayinya seorang diri di dapur rumah pada Senin dini hari tanpa bantuan tenaga medis maupun keluarga.

“Warga tidak mengetahui bahwa yang bersangkutan hamil. Ia diketahui baru menjanda sejak Juni lalu,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Sumberbaru Aiptu Y. Susanto.

5. Pelaku Diamankan dan Dirawat

RH saat ini telah diamankan oleh pihak kepolisian, namun belum menjalani pemeriksaan intensif karena kondisinya masih lemah pasca-melahirkan.

“Kami fokuskan pemulihan kondisi fisik terduga pelaku di puskesmas terlebih dahulu,” ujar polisi.

6. Polisi Rencanakan Pemeriksaan Kejiwaan

Selain pendalaman motif, polisi juga berencana melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap RH untuk mengetahui kondisi psikologisnya saat kejadian.

“Pemeriksaan kejiwaan akan dilakukan untuk memastikan penanganan hukum secara menyeluruh,” pungkas Alfan.(æ/red)