
Jakarta, BeritaTKP.com — Misteri hilangnya Alvaro Kiano Nugroho (6) selama delapan bulan akhirnya terungkap. Polisi menemukan tulang-belulang yang diduga merupakan jasad Alvaro di bawah Jembatan Cilalay, Desa Singabraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo, menjelaskan alasan tersangka Alex Iskandar memilih lokasi tersebut untuk membuang jasad anak tirinya.
Menurut Ardian, Alex mengenal wilayah itu karena salah satu kerabatnya tinggal di sekitar lokasi. Hal tersebut membuatnya mengetahui titik-titik sepi di area tersebut.
“Dia sudah beberapa kali ke Tenjo. Tersangka tahu lokasi yang sepi dan akhirnya memilih jembatan itu untuk membuang jenazah yang dibungkus plastik,” ujar Ardian dalam konferensi pers, Senin (24/11/2025).
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyebut area pembuangan berada di sekitar lokasi pembuangan sampah. Polisi akan terus memperluas pencarian dengan bantuan anjing pelacak untuk menemukan fragmen tulang lain yang dapat membantu analisis forensik.
Polisi Pastikan Alvaro Tidak Dimutilasi
Ahli Forensik RS Polri, Dr. Farah, menegaskan bahwa tidak ada tanda-tanda mutilasi pada jasad Alvaro. Fragmen tulang yang terlepas disebut sebagai akibat proses pembusukan alami.
“Tidak ada indikasi potongan atau mutilasi. Tulang terlepas tepat pada persendian akibat pembusukan,” jelasnya.
Tim forensik menerima dua kantong berisi:
- Kantong pertama: pakaian berupa kemeja putih lengan panjang dan celana pendek.
- Kantong kedua: beberapa bagian kerangka manusia bercampur dengan pasir serta fragmen tulang lain yang bukan milik manusia.
Hasil analisis awal menunjukkan bahwa tulang yang ditemukan mengarah pada ras mongoloid dan jenis kelamin laki-laki. Namun, penentuan usia belum dapat dilakukan karena tulang rahang—yang penting untuk analisis gigi—tidak ditemukan.
Pemeriksaan DNA Masih Berlangsung
Satu tulang panjang telah diambil sebagai sampel DNA dan saat ini prosesnya sedang berjalan di Biddokkes Polri Lapas Cipinang. Hasilnya akan diserahkan kepada penyidik Polres Metro Jakarta Selatan untuk memastikan identitas korban.(æ/red)





