Proses pemusnahan narkoba di Polda Bali.

Bali, BeritaTKP.com – Sebanyak 818 pelaku kejahatan kasus narkoba dari Januari hingga November 2021 berhasil diamankan oleh Polda Bali. Namun sampai saat ini bandar narkoba belum berhasil ditangkap.

“Masih kurang satu bulan di tahun 2021, tapi kita sudah berhasil mengungkap kasus dengan tersangkanya itu ada 818 setahun ini sampai dengan November ini,” kata Direktur Reserse Narkoba (Dirresnarkoba) Polda Bali, Kombes Pol Mochamad Khozin, Rabu (17/11/2021).

Khozin mengatakan 818 tersangka tersebut didominasi oleh kasus penyalahgunaan narkoba jenis ganja. Menurutnya penyalahgunaan ganja tahun ini sangat meningkat.

“Sekarang ini menonjol tahun ini ganja banyak sekali. Ganja meningkat. Kalau ganja pastilah berasal dari Aceh,” terangnya.

Para pelaku penyalahgunaan yang ditangkap pada tahun ini lebih banyak berasal dari Bali. Penangkapan dilakukan di seluruh wilayah Bali dan paling banyak di Kota Denpasar.

“Tersangka yang paling banyak tahun ini berasal dari Bali, kalau usia itu paling banyak diatas 17 sampai 30,” jelasnya.

Meski berhasil mengungkap ratusan kasus, Khozin mengatakan pihaknya belum berhasil menjerat bandar narkoba.

“Setiap satu tersangka yang dikembangkan, dia selalu mengatakan dari ini ke A dari ini ke B sehingga kalau dihitung dari bandar untuk sementara nggak ada, hanya mereka yang sebagai pionnya saja,” kata dia.

Dari hasil pengembangan yang sudah dilakukan, lanjut Khozin narkoba yang masuk ke Indonesia lewat Sumatera dan Kalimantan.

“Kan peredaran narkoba itu kalau dari luar itu lewat Malaysia, Malaysia itu masuk Indonesia melalui dua jalur, jalur Kalimantan dan jalur Sumatera. Jalur Sumatera bisa melalui Aceh, Medan, Riau, Pekanbaru, Jambi. Kalau lewat Kalimantan, itu melalui Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, baru masuk sampai ke Papua,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolda Bali Irjen Putu Jayan Danu Putra mengatakan peredaran narkoba tidak mudah untuk dihilangkan. Padahal pihaknya sudah berupaya memberikan sosialisasi bahaya narkoba.

“Dan kita tahu pengungkapan kasus setiap hari ada dan rupanya memang perlu kerja keras dan semangat bersama untuk memerangi narkoba dan tidak ada lagi di Bali. Kita tahu bahwa bahaya narkoba yang akan merusak generasi kita dan lebih jahat dari bentuk kejahatan lainnya,” tambahnya. (RED)