
Buton, BeritaTKP.com – Seorang pria inisial LS (30) di Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) tewas dikeroyok oleh tujuh pemuda usai menghadiri pesta joget. Enam dari tujuh pelaku telah berhasil diamankan terlebih dahulu oleh pihak kepolisian dan satu lainnya masih buronan.
“Sebanyak 6 orang pelaku berhasil kami amankan ke kantor polisi,” ujar Kasat Reskrim Polres Buton Iptu Busrol Kamal dalam keterangannya, Senin (4/12/2023).
Pengeroyokan itu terjadi di Lingkungan Limbo Raya, Kelurahan Kombeli, Kecamatan Pasarwajo, Buton, Kamis (30/11). Keenam pelaku yang ditangkap berinisial IR (20), FR (18), IJ (17), SW (16), MR (16), dan AR (15).
“Pelaku yang kami amankan 2 pelaku dewasa dan 4 pelaku anak di bawah umur,” kata Busrol.
Busrol mengatakan awalnya korban mendatangi para pelaku yang sedang pesta joget sekitar pukul 02.30 Wita. Korban dan para pelaku pun terlibat cekcok namun sempat dilerai.
“Lalu datanglah korban mengamuk buat keributan di tempat itu, tapi sempat ditenangkan oleh warga,” ungkapnya.
Setelah dilerai, keributan kembali terjadi hingga korban dipukul oleh sejumlah orang di lokasi pesta. Korban kemudian melawan dan memukul pelaku IJ.
“Korban ini memukul IJ di bagian wajah, pelaku IJ kemudian balik memukul kepala korban,” terang Busrol.
Busrol menuturkan korban berusaha melarikan diri, tapi dikejar oleh para pelaku berjumlah 7 orang. Korban lalu bersembunyi di salah satu rumah warga namun ketahuan.
“Korban dilempar batu dan berusaha melarikan diri. Tapi pelaku IR berhasil menemukan pelaku dan langsung menganiaya korban,” ujar dia.
Para pelaku lainnya ikut menganiaya korban dengan memukul di bagian kepala dan badan korban menggunakan batu dan batako. Akibatnya, korban meninggal dunia di tempat.
“Pelaku memukul korban menggunakan batu gunung dan batako di bagian kepala. Korban terbaring tak sadarkan diri dan meninggal dunia bersimbah darah,” bebernya.
Polisi yang menerima laporan terkait penganiayaan itu langsung mendatangi lokasi. Enam orang pelaku pun diamankan dan satu orang masih buron.
“Enam pelaku sudah kami amankan, dan 1 pelaku inisial SF masih dalam pengejaran,” ungkapnya. (æ/RED)





