Magetan, BeritaTKP.com – Satu orang terduga teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) berinsial RY yang berusia 34 tahun ditangkap oleh Densus 88 Antiteror Polri Magetan. RY merupakan seorang pengajar yang dikenal ramah di lingkungan pondok pesantren yang terletak di Desa Sumberagung Plaosan, Kabupaten Magetan. “Yang saya tahu orangnya ramah. Sering ketemu di masjid saat salat zuhur,” ujar ketua RT 13, Katiman, Selasa (2/8/2022) kemarin.

Gambar Ilustrasi.

Katiman selaku Ketua RT 13 mengaku kaget dan tidak tahu menahu jika RY diamankan oleh Densus 88 sejak pukul 08.00 WIB kemarin pagi.

Hal senada juga dikatakan oleh Sauji Kepala Dusun Nitikan Kidul Desa Sumberagung. “Orangnya biasa bertetangga dengan saya dan sudah sekitar tiga tahun,” kata Sauji.

Sauji menambahkan bahwa RY sebelumnya berasal dari Medan dan menikahi R anak dari pimpinan Ponpes di Desa Sumberagung. Sejak tiga tahun lalu pulang dan mengajar di Ponpes pimpinan sang mertua.

“Yang bersangkutan asal Medan dan menikahi anak pak kiai dan dikaruniai 6 anak,” tandasnya.

Menurut Sauji, selain mengamankan RY, Densus juga menyita sejumlah barang bukti. Antara lain dokumen hingga laptop.

“Yang dibawa laptop, buku rekening tabungan, KTP, KK, paspor,” tandas Sauji.

Ditekankan sekali lagi, Densus 88 Antiteror menangkap satu tersangka teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) yang berinisial RY. Penagkapan dilakukan di Magetan, Jawa Timur.

“Densus telah melakukan penangkapan terhadap satu tersangka tindak pidana terorisme dari jaringan JI berinisial RY alias D, Selasa 2 Agustus, pukul 08.00, di Jalan Raya Magetan,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan, Selasa (2/8/2022) kemarin.

Ramadhan mengatakan RY diduga bergabung ke JI sejak 2013. RY disebut membantu membuka jalur JI dengan Free Syrian Army melalui Dubai.

Ramadhan mengatakan bahwa RY diduga telah bergabung ke JI sejak tahun 2013. RY bertugas membuka jalur JI dengan Free Syrian Army melalui Dubai

“Keterlibatannya pada 2013 mengikuti seleksi anggota hubungan internasional JI, berjalan ke Suriah melalui Dubai untuk buka jalur hubungan dengan Free Syrian Army,” katanya.

“Yang bersangkutan di tahun 2015 melakukan perjalanan kembali ke Suriah melalui Istanbul untuk membangun hubungan dengan Jabhah Nushrah. Pada saat di Suriah yang bersangkutan ditahan oleh kelompok militer ISIS,” tambah Ramadhan.

“Kemudian dia juga mempunyai koneksi langsung ke Yaman dalam membuka jalur hubungan JI dengan Al Qaeda untuk melakukan pelatihan militer di Suriah. Juga pernah berkomunikasi dengan Dulmatin di Magetan,” lanjutnya. (Din/RED)