Kiriman viral Gunung Lawu disebut akan mengalami erupsi besar. (Foto: tangkapan layar)

Magetan, BeritaTKP.com – Sebuah unggahan di media sosial yang menyebut Gunung Lawu akan mengalami erupsi besar dalam waktu dekat mendadak menjadi perbincangan publik. Narasi tersebut bahkan mengklaim adanya peningkatan aktivitas magma di dalam perut gunung hingga disebut-sebut berpotensi memicu letusan besar.

Informasi yang beredar itu turut menyebut adanya tekanan tektonik dari jalur Bojonegoro yang diklaim menjadi salah satu penyebab meningkatnya potensi aktivitas vulkanik Gunung Lawu.

Unggahan tersebut kemudian memicu kekhawatiran masyarakat, khususnya warga yang tinggal di kawasan lereng Gunung Lawu yang membentang di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Menanggapi isu yang beredar, Administratur KPH Lawu DS, Adi Nugroho, menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada informasi resmi dari instansi berwenang yang menyatakan adanya peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Lawu.

“Gunung Lawu memang berstatus gunung api aktif, tetapi letusan terakhirnya terjadi ratusan tahun lalu,” ujar Adi.

Menurutnya, informasi terkait aktivitas vulkanik tidak bisa didasarkan pada spekulasi ataupun unggahan media sosial semata. Pemantauan kondisi gunung api merupakan kewenangan lembaga teknis yang memiliki peralatan dan data ilmiah untuk mendeteksi perubahan aktivitas gunung.

Adi menegaskan bahwa pihaknya belum menerima laporan resmi mengenai adanya peningkatan aktivitas magma maupun potensi erupsi seperti yang ramai diperbincangkan di dunia maya.

“Hingga saat ini kami belum mendapatkan informasi resmi dari otoritas terkait mengenai adanya indikasi Gunung Lawu akan erupsi,” katanya.

Gunung Lawu sendiri merupakan gunung api tipe B yang berada di perbatasan Provinsi Jawa Timur dan Jawa Tengah. Secara administratif, kawasan gunung ini mencakup wilayah Kabupaten Magetan dan Ngawi di Jawa Timur serta Kabupaten Karanganyar di Jawa Tengah.

Selain dikenal sebagai destinasi pendakian favorit, Gunung Lawu juga memiliki nilai sejarah dan budaya yang kuat sehingga kerap menjadi tujuan wisata alam maupun spiritual.

Masyarakat diimbau untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan selalu mengacu pada informasi resmi dari lembaga pemantau gunung api serta instansi kebencanaan yang berwenang.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi yang menyebutkan adanya peningkatan status maupun ancaman erupsi Gunung Lawu sebagaimana yang beredar di media sosial.(æ/red)