LAMPUNG SELATAN, BeritaTKP.com – Seorang pria bernama Muhamad Ali (33) mengakui telah merekayasa peristiwa pembegalan yang sempat viral di media sosial. Aksi tersebut dilakukan karena dirinya panik setelah uang pinjaman sebesar Rp5,5 juta habis digunakan untuk bermain judi online (judol).
Kepastian bahwa peristiwa pembegalan itu merupakan rekayasa disampaikan Kasatreskrim Polres Lampung Selatan, AKP Stefanus Reinaldo Fajar Nuswantoro Boyoh, Minggu (1/11/2026).
“Yang kemarin itu rekayasa korban,” kata Stefanus.
Tertekan Utang dan Judi Online
Menurut Stefanus, Ali nekat membuat cerita menjadi korban begal karena mengalami tekanan akibat tumpukan utang. Kondisi orang tuanya yang sedang sakit juga disebut turut memperberat beban pikirannya.
“Motifnya karena stres banyak utang akibat judol, dan orang tuanya juga sedang sakit,” ujarnya.
Setelah video pengakuannya sebagai korban pembegalan viral, Ali mendatangi Polres Lampung Selatan untuk membuat surat pernyataan bahwa kejadian tersebut tidak benar.
“Iya, karena viral kemarin, yang bersangkutan membuat pernyataan tidak membuat laporan. Memang kejadian kemarin tidak ada,” jelas Stefanus.
Uang Pinjaman Rp5,5 Juta Habis untuk Berjudi
Dalam surat pernyataannya, Ali mengungkapkan bahwa uang yang menjadi pokok cerita pembegalan tersebut berasal dari beberapa pinjaman.
Rinciannya, Rp2,7 juta merupakan pinjaman pertama dari seorang perempuan bernama Murnah. Ali kemudian kembali meminjam Rp2,5 juta dari orang yang sama dan Rp300 ribu dari tetangganya.
Dari total Rp5,5 juta tersebut, Ali menggunakan Rp1,5 juta untuk membayar utang kepada seseorang bernama Sartam. Sementara Rp400 ribu lainnya digunakan untuk membeli kebutuhan sembako.
Adapun sisa uang sebesar Rp3,6 juta dihabiskan untuk bermain judi online.
“Dalam pengakuannya, Ali sengaja menggunakan uang tersebut untuk berjudi dengan harapan memperoleh keuntungan lebih besar sehingga bisa melunasi tunggakan utangnya,” beber Stefanus.
Namun, harapan tersebut tidak terwujud. Uang jutaan rupiah itu justru habis tanpa menghasilkan keuntungan.
Rekayasa Pembegalan hingga Membuat Luka Lecet
Stefanus menjelaskan, Ali semakin panik setelah uang pinjaman tersebut habis. Terlebih, ia masih memiliki sejumlah utang di luar pinjaman bank dan terus mendapat tagihan dari para pemberi pinjaman.
Ali juga disebut tidak ingin orang tuanya mengetahui persoalan tersebut karena sedang menderita sakit jantung.
Dalam kondisi tertekan, Ali kemudian membuat cerita seolah-olah menjadi korban pencurian dengan kekerasan atau pembegalan. Ia bahkan membuat luka pada tubuhnya agar ceritanya terlihat meyakinkan.
Berdasarkan keterangan polisi, luka yang terlihat dalam video tersebut merupakan luka lecet yang dibuat sendiri.
“Iya, luka-luka lecet sendiri saja itu,” ungkap Stefanus.
Sebelumnya Mengaku Diserang Dua Begal
Sebelumnya, Ali mengaku menjadi korban pembegalan di jalan Desa Karang Pucung, Kecamatan Way Sulan, Kabupaten Lampung Selatan, pada Sabtu (31/10/2026).
Dalam video yang beredar, ia mengaku diserang dua orang pelaku bersenjata tajam hingga mengalami luka bacok di bagian tangan.
Ali juga mengaku kehilangan uang tunai sebesar Rp6 juta. Sementara sepeda motornya disebut gagal dibawa kabur pelaku karena kehabisan bensin.
Namun, setelah dilakukan penelusuran oleh polisi, peristiwa pembegalan tersebut dipastikan merupakan rekayasa Ali sendiri.(æ/red)





