Way Kanan, BeritaTKP.com – Sebuah truk bermuatan sekitar 100 ekor babi mengalami kecelakaan tunggal di ruas Jalan Poros Kampung Bali Sadar Utara, Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan, Lampung, Rabu (17/6/2026) pagi. Insiden tersebut viral di media sosial setelah video puluhan babi berkeliaran di sekitar lokasi kejadian beredar luas di berbagai platform.
Dalam rekaman video yang beredar, sejumlah babi terlihat keluar dari bak truk yang terguling dan berlarian di sekitar jalan. Bahkan beberapa di antaranya tampak berkubang di genangan lumpur yang memenuhi lubang-lubang di badan jalan.
Peristiwa itu menarik perhatian warga sekitar yang kemudian berupaya membantu mengumpulkan dan mengamankan ternak agar tidak menyebar lebih jauh dari lokasi kecelakaan.
Kasat Lantas Polres Way Kanan, AKP Sulkhan, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.00 WIB dan melibatkan truk berwarna kuning bernomor polisi BK 8436 SJ.
“Berdasarkan keterangan saksi, kendaraan yang mengangkut sekitar 100 ekor babi melaju dari arah Banjit menuju Baradatu. Saat melintasi jalan yang berlubang, kendaraan diduga kehilangan kendali hingga akhirnya terguling,” ujar Sulkhan, Jumat (19/6/2026).
Truk tersebut dikemudikan oleh I Made Aldo Putra (24), warga Kampung Bali Sadar Utara, Kecamatan Banjit. Muatan ternak diketahui sedang dalam perjalanan untuk dikirim ke Kalimantan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. Sopir truk dilaporkan selamat, sementara seluruh ternak yang sempat keluar dari kendaraan berhasil diamankan kembali.
Sulkhan menjelaskan bahwa kejadian tersebut awalnya tidak dilaporkan kepada pihak kepolisian. Namun setelah video kecelakaan viral di media sosial, petugas Satlantas Polres Way Kanan langsung melakukan pengecekan ke lokasi.
“Tidak ada laporan resmi yang masuk. Setelah videonya ramai beredar, anggota langsung mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi di lapangan. Saat petugas tiba, situasi sudah aman dan kendaraan telah dievakuasi,” jelasnya.
Proses evakuasi truk dan pengamanan ternak dilakukan dengan bantuan warga sekitar. Setelah seluruh babi berhasil dikumpulkan, pengiriman ternak kembali dilanjutkan menuju tujuan.
Polisi menduga kecelakaan dipicu kondisi jalan yang rusak dan dipenuhi lubang, sehingga menyulitkan pengendara saat melintas. Karena itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, terutama di jalur-jalur yang kondisinya belum memadai.
“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan saat berkendara, khususnya ketika melintasi ruas jalan yang rusak atau berlubang,” tutup Sulkhan.(æ/red)





