LAMPUNG TIMUR, BeritaTKP.com – Operasi pencarian berskala besar tengah digelar di perairan Muara Kuala Penet, Kabupaten Lampung Timur. Sebuah kapal kayu penangkap ikan bernama KM Arof dilaporkan karam setelah dihantam ombak besar dan angin kencang. Insiden mencekam ini memaksa enam orang kru kapal melompat ke tengah laut demi menyelamatkan diri.

Hingga saat ini, empat orang anak buah kapal (ABK) dilaporkan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, sementara nakhoda bersama satu ABK lainnya dinyatakan hilang dan masih dalam proses pencarian intensif oleh tim SAR gabungan.

Kronologi Kehilangan Kendali Akibat Cuaca Buruk

Berdasarkan data operasional Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung, KM Arof awalnya bertolak dari pelabuhan pada Sabtu siang, 13 Juni 2026, sekitar pukul 13.00 WIB menuju area tangkap di sekitar perairan Muara Kuala Penet dengan total muatan enam personel kru.

Runtunan kronologi kecelakaan laut tersebut meliputi:

  • Hantaman Gelombang Ekstrem: Saat tengah beroperasi di zona perairan target, kapal kayu tersebut mendadak terjebak dalam kepungan cuaca buruk yang ditandai dengan hembusan angin kencang dan gelombang laut yang sangat tinggi.
  • Malfungsi Kemudi: Tingginya volume air dan kuatnya arus laut membuat struktur KM Arof kehilangan kendali operasional secara total hingga bodi kapal mulai masuk ke fase tenggelam.
  • Aksi Penyelamatan Darurat: Dalam situasi kritis, keenam kru kapal mengambil keputusan cepat untuk melompat ke laut lepas menggunakan alat pelindung seadanya sebelum kapal benar-benar tenggelam ke dasar laut.

Data Identitas Korban Selamat dan Hilang

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung, Deden Ridwansyah, membeberkan bahwa informasi mengenai kecelakaan laut ini pertama kali masuk ke pusat komunikasi SAR pada Minggu malam, 14 Juni 2026, sekitar pukul 20.50 WIB dari pihak pembina kapal KM Arof.

Dari total enam korban yang terombang-ambing di laut, berikut adalah rincian data identitasnya:

Korban Dinyatakan Hilang (Dalam Pencarian):

  1. Tarno (50) – Nakhoda kapal / Warga Cirebon, Jawa Barat.
  2. Suarna (45) – ABK / Warga Cirebon, Jawa Barat.

Korban Berhasil Selamat: Empat orang ABK masing-masing bernama Hendra alias Een, Sakri, Joni, dan Casdira. Keempatnya berhasil bertahan hidup setelah dievakuasi oleh kapal nelayan lain yang kebetulan melintas di sekitar koordinat jatuhnya kapal.

Pengerahan Armada Taktis Tim Rescue

Merespons kondisi kedaruratan maritim tersebut, Basarnas Lampung langsung menggerakkan Tim Rescue dari Pos SAR Bakauheni menuju titik koordinat Muara Kuala Penet pada Minggu malam sekitar pukul 21.10 WIB.

Guna mengoptimalkan proses penyisiran di area terdampak, tim penyelamat dilengkapi dengan sejumlah alutsista pertolongan darurat, antara lain:

  • Satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) untuk penyisiran cepat.
  • Unit perahu karet taktis.
  • Kendaraan operasional darat.
  • Perangkat alat komunikasi satelit serta perlengkapan keselamatan evakuasi lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, fokus utama tim SAR gabungan adalah memperluas radius penyisiran di perairan Lampung Timur dengan memperhatikan dinamika pergerakan arus laut dan cuaca di lapangan.(æ/red)