Tuban, BeritaTKP.com – Tiga ekor rusa Timor lepas dari area penangkaran di lingkungan Fuel Terminal Tuban milik PT Pertamina Patra Niaga, Jalan Tuban-Semarang Km 11, Desa Remen, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Satwa yang termasuk hewan dilindungi tersebut diketahui keluar dari kandang konservasi beberapa waktu lalu. Dari tiga rusa yang lepas, satu ekor dilaporkan mati, sementara dua ekor lainnya masih belum ditemukan.

Keberadaan rusa yang berkeliaran di luar area penangkaran sempat dikeluhkan warga dan petani sekitar. Pasalnya, sejumlah tanaman pertanian seperti jagung dan bawang merah diduga rusak karena dimakan rusa yang lepas tersebut.

Kepala Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Damuri, membenarkan adanya laporan terkait rusa yang keluar dari area penangkaran. Menurutnya, laporan dari warga sudah diterima sejak hampir satu bulan terakhir.

Damuri menyebut para petani merasa dirugikan karena tanaman yang baru tumbuh menjadi sasaran rusa. Tanaman jagung muda disebut ikut dimakan sehingga menimbulkan keresahan bagi warga yang lahannya terdampak.

Selain merusak tanaman, satu dari tiga rusa yang lepas dikabarkan mati. Rusa tersebut diduga keracunan setelah meminum air yang tercampur pupuk urea di area pertanian warga.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus PT Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, membenarkan adanya tiga rusa Timor yang keluar dari area penangkaran.

Menurut Ahad, rusa tersebut diduga keluar melalui celah pagar yang terbentuk akibat penurunan tanah di sekitar area kandang. Celah tersebut kemudian memungkinkan satwa keluar dari kawasan penangkaran.

Setelah mengetahui kejadian tersebut, pihak Fuel Terminal Tuban langsung berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur. Koordinasi dilakukan untuk mencari dan menangani rusa yang masih berada di luar area penangkaran.

FT Tuban juga telah meminta arahan dari Kantor Seksi Konservasi Wilayah II BBKSDA Bojonegoro. Pemantauan dilakukan di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi persembunyian rusa.

Untuk membantu proses pencarian, FT Tuban turut mendatangkan dokter hewan dan zoo keeper dari Maharani Zoo Lamongan. Tim tersebut membantu survei lapangan serta upaya penangkapan menggunakan jaring dan senapan bius yang aman bagi satwa.

Sebagai langkah evaluasi, FT Tuban berencana melakukan renovasi kandang sesuai standar konservasi. Perbaikan tersebut mencakup penyesuaian luas area, tinggi pagar, serta kondisi sekitar kandang agar kejadian serupa tidak terulang.

Pihak perusahaan juga akan melakukan survei lapangan bersama SKW II BBKSDA Bojonegoro. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat pengawasan dan memastikan penangkaran berjalan sesuai ketentuan.

Ahad menjelaskan, program penangkaran rusa Timor di lokasi tersebut telah berjalan sejak 2017. Populasi rusa disebut berkembang dari empat ekor menjadi 35 ekor.

Dalam waktu dekat, sebanyak 23 ekor rusa Timor juga direncanakan akan dilepasliarkan ke kawasan hutan lindung melalui kerja sama dengan BBKSDA Jawa Timur.

Pihak Pertamina menegaskan kegiatan penangkaran rusa tersebut telah memiliki izin resmi dari BBKSDA Jawa Timur. Perusahaan juga menyatakan terus berkoordinasi dengan pihak konservasi terkait pengelolaan dan penanganan satwa dilindungi tersebut.

Kasus lepasnya rusa Timor dari penangkaran ini menjadi perhatian karena berdampak pada lahan pertanian warga sekaligus menyangkut keselamatan satwa dilindungi. Warga diimbau segera melapor kepada pihak terkait apabila melihat keberadaan dua rusa yang masih belum ditemukan.(æ/red)