Way Kanan, BeritaTKP.com – Setelah melakukan pencarian selama dua hari, Tim SAR gabungan akhirnya menemukan Windi Sulastri (17), pelajar asal Kampung Sri Mukti, Kecamatan Lebak Peniangan, Kabupaten Way Kanan, Lampung, yang dilaporkan hilang saat berenang di Curug Sri Rahayu.

Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (24/7/2026) sekitar tiga meter dari titik awal diduga tenggelam. Usai dievakuasi, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka.

Komandan Pos SAR Tulang Bawang, Zian Fajri, mengatakan proses pencarian berhasil membuahkan hasil meski tim menghadapi berbagai kendala di lapangan.

“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sekitar tiga meter dari titik kejadian. Setelah dievakuasi, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka,” kata Zian.

Hilang Saat Berwisata Bersama Rekan

Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Rabu (22/7/2026) sekitar pukul 14.15 WIB, ketika Windi bersama 10 rekannya berangkat berwisata ke Curug Sri Rahayu di Desa Madang Jaya, Kecamatan Rebang Tangkas, Kabupaten Way Kanan.

Rombongan tiba sekitar pukul 14.53 WIB dan langsung berenang di kawasan air terjun. Saat itu, korban berada di posisi paling belakang rombongan.

Sekitar pukul 15.30 WIB, teman-teman korban menyadari Windi sudah tidak terlihat. Mereka bersama warga sempat melakukan pencarian secara mandiri, namun korban tidak berhasil ditemukan.

Laporan kemudian disampaikan kepada Basarnas melalui kepala desa, sehingga operasi pencarian segera dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Operasi Pencarian Terkendala Medan

Tim Rescue Pos SAR Tulang Bawang diberangkatkan menuju lokasi yang berjarak sekitar 126 kilometer dan tiba pada Kamis (23/7/2026) dini hari.

Selama operasi berlangsung, tim melakukan penyelaman di sekitar lokasi korban diduga tenggelam, menyisir aliran sungai hingga sejauh satu kilometer, serta melakukan pemantauan visual di sejumlah titik yang dicurigai.

Proses pencarian tidak berjalan mudah. Medan menuju Curug Sri Rahayu berada di kawasan hutan dengan akses yang terbatas, bahkan sebagian jalur hanya dapat dilalui kendaraan roda dua.

Selain itu, derasnya arus di dasar air terjun serta minimnya jaringan komunikasi turut menjadi tantangan bagi tim SAR.

“Alhamdulillah, meski menghadapi berbagai kendala di lapangan, tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan korban sebelum operasi resmi ditutup,” ujar Zian.

Basarnas Imbau Wisatawan Lebih Waspada

Pasca kejadian tersebut, Basarnas mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat berwisata di kawasan perairan, khususnya air terjun, sungai, maupun lokasi yang memiliki arus deras.

Pengunjung diminta tidak berenang di lokasi yang belum diketahui kedalaman maupun karakter arusnya, serta saling mengawasi saat beraktivitas di sekitar perairan.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan ketika berwisata di lokasi perairan. Pastikan memahami kondisi lokasi, jangan berenang di area yang berbahaya atau memiliki arus deras, dan jangan lengah mengawasi rekan maupun anggota keluarga,” pungkas Zian.(æ/red)