Bangkalan, BeritaTKP.com – Kasus kematian tragis Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan, Ruly Yunis Setiawati, yang ditemukan tewas di dalam mobil dinasnya di Bandara Internasional Juanda pada 24 Juni 2026, kini menemui titik terang terkait latar belakang pelaku. Terduga pelaku yang berinisial Erlan (54) diduga kuat merupakan anggota sindikat penipuan.

Modus Love Scamming

Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, mengonfirmasi bahwa Erlan dan komplotannya diduga menjalankan modus penipuan berkedok asmara atau love scamming.

  • Kenal Jarak Jauh: Korban dan pelaku diketahui sudah saling mengenal cukup lama, namun komunikasi hanya terjalin melalui sambungan telepon dan media sosial.
  • Pertemuan Pertama: Pertemuan tatap muka secara langsung baru terjadi saat peristiwa pembunuhan tersebut berlangsung.
  • Membangun Kepercayaan: Pelaku diduga sengaja membangun kepercayaan korban melalui komunikasi intensif selama berbulan-bulan sebelum akhirnya memanfaatkan korban.

Bukti Video yang Beredar

Dugaan keterlibatan Erlan dalam sindikat penipuan diperkuat dengan beredarnya video berdurasi 43 detik di media sosial. Dalam video tersebut, Erlan terlihat bersama dua pria lain di dalam mobil. Salah satu pria dalam video terdengar menyebut Erlan sebagai “guru” mereka dan menyatakan sedang dalam perjalanan menuju Bali, kemudian akan kembali ke Malang.

Risang Bima Wijaya membenarkan bahwa sosok dalam video tersebut adalah Erlan, terduga pelaku yang saat ini sedang dalam pengejaran pihak kepolisian.

Latar Belakang Peristiwa

Sebagai pengingat, Ruly Yunis Setiawati ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas Toyota Kijang Innova berpelat merah di area parkir Terminal 1 Bandara Juanda, Sidoarjo. Mobil tersebut terpantau telah terparkir di lokasi sejak Sabtu (20/6/2026) hingga akhirnya ditemukan pada Rabu (24/6/2026).

Hingga saat ini, pihak kepolisian terus melakukan pengejaran terhadap Erlan. Dugaan sementara mengarah pada tindak pidana pembunuhan yang dilatarbelakangi oleh motif penipuan, namun kepolisian masih terus melakukan penyidikan mendalam untuk mengungkap detail peran pelaku dan pihak lain yang mungkin terlibat dalam sindikat tersebut.(æ/red)