Lampung, BeritaTKP.com – Sebuah kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar (BTB) KM 44 Jalur A pada Senin (6/7/2026) sore. Sebuah bus penumpang menghantam bagian belakang truk fuso, menyebabkan lima orang mengalami luka-luka, dengan satu di antaranya dalam kondisi luka berat akibat terjepit.

Kronologi Kejadian

Direktur PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll, Charles Giroth, menjelaskan bahwa insiden terjadi pada pukul 15.38 WIB. Bus bernomor polisi BA 7039 PU melaju dari arah Bakauheni menuju Terbanggi Besar di jalur lambat.

Diduga, sopir bus kurang mengantisipasi situasi lalu lintas di depannya dan gagal menjaga jarak aman. Hal ini menyebabkan bus hilang kendali dan menghantam bagian belakang truk fuso bernomor polisi B 9477 BYY.

“Posisi akhir kedua kendaraan berada di bahu jalan dalam kondisi normal menghadap ke arah utara,” ujar Charles, Selasa (7/7/2026).

Penanganan Korban

Dalam peristiwa ini, lima orang penumpang bus menjadi korban dengan rincian:

  • 1 Penumpang Luka Berat: Mengalami cedera serius karena sempat terjepit di dalam badan bus.
  • 4 Penumpang Luka Ringan: Tiga di antaranya mendapatkan penanganan medis di lokasi oleh tim medis PT BTB, sementara satu lainnya dirujuk ke rumah sakit.

Korban luka berat dan satu korban luka ringan dievakuasi ke RS Immanuel Bandar Lampung untuk mendapatkan perawatan intensif.

Respons Cepat dan Imbauan

Tim patroli jalan tol merespons kejadian tersebut dalam waktu 12 menit, yang diklaim masih memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM). Penanganan kecelakaan dilakukan oleh Divisi Layanan Jalan Tol (LJT) PT BTB bersama PJR Polda Lampung dan Unit Gakkum Satlantas Polres Lampung Selatan. Arus lalu lintas di lokasi kembali normal pada pukul 18.04 WIB.

Pihak pengelola jalan tol mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi aturan berkendara:

  • Menjaga jarak aman antar kendaraan.
  • Tidak melebihi batas kecepatan maksimal 100 km/jam.
  • Memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan.
  • Segera beristirahat di rest area jika merasa lelah atau mengantuk untuk mencegah kecelakaan fatal.(æ/red)