Cilegon, BeritaTKP.com — Hingga lebih dari dua pekan berlalu, sosok pelaku penusukan bocah 9 tahun berinisial MAHM di Kota Cilegon, Banten, masih belum terungkap. Polisi mengakui penyelidikan terus berjalan, namun sejumlah informasi krusial belum dapat dibuka ke publik.

Kapolres Cilegon AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga menyebut proses pengungkapan kasus ini melibatkan 22 orang saksi, serta mendapat dukungan langsung dari Polda Banten dan Bareskrim Polri.

“Masih proses penyelidikan. Ada hal-hal yang tidak bisa kami sampaikan karena bersifat konfidensial, khususnya terkait barang bukti ilmiah,” ujar Martua Raja, Senin (29/12/2025).

22 Saksi, Nol Tersangka

Meski puluhan saksi telah dimintai keterangan, hingga kini belum satu pun tersangka ditetapkan. Polisi juga belum mengonfirmasi secara terbuka arah utama penyelidikan, termasuk kemungkinan adanya pembunuhan berencana.

Ketika ditanya soal dugaan pelaku pesanan atau motif tertentu, kepolisian memilih berhati-hati.

“Masih kita proses semuanya. Dugaan-dugaan tersebut belum bisa kami simpulkan,” kata Martua Raja.

Sikap tertutup aparat memunculkan beragam spekulasi di tengah publik, terlebih mengingat korban merupakan anak dari seorang politikus aktif.

Bukan Perampokan, Motif Dipertanyakan

MAHM tewas ditusuk di rumahnya sendiri, di Komplek Bukit Baja Sejahtera (BBS) III, Kota Cilegon. Saat ditemukan, korban mengalami banyak luka tusuk di tubuhnya.

Sempat beredar dugaan perampokan sebagai motif, namun polisi mengakui tidak ada barang berharga yang hilang dari dalam rumah korban. Fakta ini justru mempertebal tanda tanya soal motif pembunuhan.

Korban diketahui merupakan putra dari Maman Suherman, Dewan Pakar DPC PKS Kota Cilegon. Ia merupakan siswa SD Al Azhar 40 Cilegon dan dimakamkan pada Rabu (17/12/2025).

Jejak Korban: Anak Baik dan Soleh

Keluarga dan kerabat menggambarkan MAHM sebagai anak yang penurut, cerdas, dan rajin beribadah, jauh dari konflik atau masalah sosial.

“Anaknya sangat taat, ibadahnya bagus meski baru 9 tahun. Sangat patuh pada orang tua,” ujar salah satu kerabat.

Ketua DPW PKS Banten, Najib Hamas, menyampaikan duka mendalam dan berharap aparat segera mengungkap kasus ini secara terang-benderang.

Publik Menunggu Jawaban

Dengan keterlibatan Bareskrim dan banyaknya saksi yang diperiksa, publik kini menunggu langkah tegas dan transparan dari aparat penegak hukum. Hingga saat ini, kematian MAHM masih menyisakan tabir gelap yang belum tersingkap.(æ/red)